Harga Buku Mahal di Ibukota, Pemprov DKI Hadirkan Jakbook

35
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Jakbook

MONITOR, Jakarta – Tingginya minat baca warga Ibukota membuat Pemprov DKI Jakarta menghadirkan pasar buku yang mudah didapat oleh semua golongan. Pasar buku yang dimaksud adalah hadirnya Jakbook yang berlokasi di Pasar Kenari, Jakarta Pusat.

“Sore hari ini, Jakarta telah resmi memiliki pasar buku. Dan sebagai Ibu Kota, pasar buku ini penting untuk menunjang kegiatan intelektual, serta minat baca warganya,” ungkap Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan Jakbook di Pasar Kenari, Jakpus, Senin (29/4).

Menurut, Anies permasalahan yang selama ini terjadi adalah harga buku di Ibu Kota tergolong mahal dan sulit diakses kebanyakan warga, karena hanya tersedia di beberapa tempat. Diharapkan, dengan adanya pasar buku ini, akan mengatasi masalah akses buku yang selama ini ada.

“Tujuan dari menghadirkan pasar buku ini adalah untuk membuat harga buku lebih terjangkau di masyarakat. Sebab, salah satu unsur yang paling mempengaruhi harga buku di Jakarta adalah biaya sewa toko dan biaya distributor,” papar Gubernur.

Anies pun memastikan bahwa harga buku di Jakbook akan lebih murah 30 persen. Terlebih, lokasi Jakbook juga sangat mudah diakses seluruh warga Jakarta, karena bertempat di pasar-pasar milik Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, akan membangun ekosistem perbukuan berkembang di Jakarta.

“Ini penting, bahwa minat baca harus diiringi akses pada buku dan akses artinya keterjangkuan secara harga maupun lokasi. Dan di sini lokasi strategis dan harga lebih murah 30 persen, sehingga akan berdampak pada minat baca warga jakarta,” tandasnya.

Selain meresmikan Jakbook, Anies juga meresmikan serta melakukan peninjauan PAUD Bina Tunas Jaya III dan Jakmart, yang juga terletak di dalam Pasar Kenari.