Kecewa Hasil Raihan Suara, Caleg Golkar ini Ngaku Dizolimi

778
Anggota DPRD DKI Jakarta dan Caleg Partai Golkar Ramly Hi Muhammad (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Rasa kecewa dilontarkan caleg Partai Golkar Dapil 2 Jakarta Utara, H. Ramly Hi Muhammad. Ramly kecewa karena perolehan suara yang diraihnya tidak sesuai harapan. Anggota DPRD DKI ini pun akhirnya menuding kalau dirinya sudah dizolimi oleh rekannya sesama caleg Golkar.

Kekecewaan Ramly tersebut dilontarkan oleh Umar, Ketua AMPG Jakarta Utara yang juga tim sukses Ramly di Pileg.

“Kami kecewa, suara Pak Ramly mengalami penurunan pada perhitungan suara sementara di tingkat PPK,” ujar Umar kepada wartawan, Kamis (25/4).

Umar pun menduga, penurunan suara Ramly tersebut karena ada upaya penggembosan suara yang dilakukan oleh oknum caleg pendatang baru dari partai yang sama.

“Ada pengakuan dari warga, caleg yang menjadi pesaing Pak Ramly ini diduga melakukan politik uang menjelang pelaksanaan pemilu digelar, mereka katanya menyebar uang Rp 130 ribu untuk per suara,” katanya.

“Soalnya oknum caleg itu tidak peduli siapapun yang didukung di Pilpres, yang penting masyarakat mau memilih ‘oknum itu’. Hal itu juga turut diperkuat dari pengakuan dari warga kalau oknum tersebut diduga membagikan uang Rp130 ribu per suara pada masyarakat,” ucapnya.

Dihubungi terpisah Ramly, membenarkan kalau dirinya sudah dizolimi. Namun dirinya pasrah menyikapi masalah tersebut.

“Biar Allah SWT yang menjaga saya dan Pak Jokowi. Kami sudah bekerja dengan ikhlas untuk rakyat. Kalau masih ada yang mencurangi, Allah SWT maha tahu. Semua kita serahkan kepada Allah SWT untuk membalasnya,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI ini.

Sedangkan Pengurus Golkar Jakarta Utara, Zul mengatakan patut diduga ada permainan dan kekuatan besar apabila ada oknum caleg yang jarang turun sosialisasi ke masyarakat namun memiliki suara yang signifikan.

“Saya sayangkan juga, mengapa harus menggerogoti basis suara Pak Ramly dan Jokowi-Amin. Tapi kalaupun benar telah terjadi kecurangan kita serahkan kepada Bawaslu dan aparat kepolisian untuk mengambil tindakan hukum,” kata Zul, yang juga dikenal sebagai salah satu unsur Pimpinan Tim TKD Jokowi-Amin Jakarta Utara.