MONITOR, Jakarta – Sejumlah lembaga survei sampai saat ini masih memposisikan pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh suara terbanyak dengan prosentase diatas 53 persen suara.
Namun siapa sangka dibalik kemenangan raihan suara Jokowi-Ma’ruf Amin berdasarkan hasil hitungan cepat tersebut ada peran besar Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Survei Charta Politika pun merilis faktor Jawa Barat sangat berpengaruh kemenangan Jokowi tersebut, meskipun dalam hitung cepat Jokowi-Maāruf kalah namun mampu merebut suara yang di 2014 hanya 40,22 persen, di 2019 menjadi 44,40 persen.
Seperti di ketahui, di Jawa Barat merupakan lumbung suara Prabowo dan sekaligus merupakan wilayah dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia sekitar 33 juta pemilih.
Inilah juga yang menjelaskan mengapa Jokowi-maāruf mampu unggul padahal hanya menang di 15 Provinsi.
Karena Jabar adalah wilayah dengan pemilih terbesar sekitar 33 juta pemilih. Ini sangat besar dan bahkan merupakan sumbangan suara yang sangat penting bagi pemenanngan Jokowo-Maāruf
Melihat fakta ini Direktur Indo Barometer, Muhammad Qodar pun menyebut bila suara di Jabar tidak mampu dijaga dan jebol seperti daerah lain, apalagi diketahui Jabar ini menjadi basis suara Prabowo, maka ceritanya pasti akan berbeda dan Prabowo akan memenangkan pilpres ini.
āJabarlah yang menjadi benteng penyelamat kemenangan Jokowi-Maāruf dalam Pilpres 2019, karena seandainya Jabar jebol, maka ceritanya akan lain,”ujarnya, Kamis (18/4
Qodari mengatakan, gencarnya politik identitas dengan memakai isu sentimen agama ini menjadi efek yang dicatat menjadikan suara Jokowi banyak tergerus.
āUntung Jabar bisa dijaga sehingga tidak jebolā, pungkasnya.
