Pemerintah Didesak Tuntaskan Kasus Penemuan Surat Suara Tercoblos di Malaysia

169
Komisi A DPRD Jakarta, Inggard Joshua

MONITOR, Jakarta – Kasus tercoblosnya surat suara di Selangor, Malaysia masih menjadi pergunjingan menarik di negeri ini. Banyak masyarakat yang mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas sehingga dapat diketahui siapa pelaku ataupun dalang dari kasus itu.

“Pihak pemerintah harus bisa mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai kasus ini di peti es kan. Masyarakat kita saat ini benar-benar ingin tahu siapa sebenarnya pelaku atau pun yang menjadi dalang dalam kasus ini. Serta apa kepentingannya,”ungkap politisi Partai Gerindra Inggard Joshua,, Minggu 14 April 2019.

Inggard yang pernah duduk sebagai wakil rakyat Jakarta ini mengatakan, desakan agar kasus di Malaysia ini bukan tanpa alasan. Masyarakat ingin agar proses jalannya pesta demokrasi ini berlangsung jujur dan adil (jurdil) tanpa ada kecurangan.

“Saya khawatir kasus tercoblosnya surat suara di Malaysia ini karena ada ulah oknum dari Panitia Pemilihan Luar Negeri. Oleh karenanya biar terang benderang dan tak saling saling tuding siapa yang bersalah maka kasusnya harus dituntaskan,”tegas Inggard.

Menurutnya, bukan tidak mungkin persoalan di Malaysia tersebut karena persoalan Data Pemilih Tetap (DPT) disana fiktif.

“Apalagi pengiriman surat suara disana kan by email dan dikirim melalui pos yang rawan sekali kecurangan. Di kita aja DPT masih banyak menyisakan persoalan. Apalagi disana,”terang Inggard.

Oleh karenanya, KPU, Bawaslu dan aparat keamanan harus segera bertindak untuk menemukan pelakunya sebelum 17 April 2019 dan menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku, kalau perlu libatkan perwakilan dari paslon 01 dan 02.

“Patut diwaspadai pihak ketiga yang akan mengambil kesempatan untuk menggagalkan Pemilu 2019 dan memecah belah rakyat Indonesia yang sedang berpesta demokrasi. Masalah surat suara tercoblos di Malaysia sangat mengganggu suasana hati rakyat yang sedang berpesta demokrasi. Barang bukti ada, saksi ada, tinggal dicari siapa pelakunya,”pungkasnya.

Inggard pun mengingatkan kalau proses proses demokrasi di negara kita sedang diamati di seluruh dunia, berita mengenai Pemilu di Indonesia sudah mendunia, jangan sampai Pemilu 2019 gagal karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.