Senin, 20 September, 2021

Renovasi JPO Pasar Minggu Akan Tonjolkan Ciri Khas Adat Betawi

MONITOR, Jakarta – Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Harri Nugroho, mengatakan desain perbaikan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Pasar Minggu akan menampilkan konsep kekinian seperti di kawasan Sudirman-Thamrin. Namun, nantinya juga akan diselipkan ciri khas adat Betawi.

“Artinya kan di sana itu ada budaya Betawi nanti ikon budaya Betawi masuk ke situ. Tapi dibuat milenial kayak di Sudirman,” kata Harri di Balai Kota, Senin (8/4/2019).

JPO Pasar Minggu pada 2016 lalu pernah roboh di bagian atapnya akibat terkena angin kencang di kawasan tersebut. Selama kurang kurang lebih tiga tahun, JPO itu tak bisa digunakan warga sekitar karena hanya menyisakan rangka utama yang masih melintang.

Kini, Pemprov DKI akan kembali membangun JPO untuk melayani penyeberangan warga di sana. Pembangunan itu akan dimulai pada akhir April 2019 mendatang.

- Advertisement -

“Akhir April ini akan dibuat model baru. Kalau di Pasar Minggu itu bentuknya bergelombang dengan gaya etnik Betawi,” katanya.

Harri mengatakan, pengerjaan JPO itu akan menghabiskan dana sekira Rp 6-7 miliar. Uang sebesar itu diperoleh dari dana koefisien lantai bangunan (KLB).

Dana KLB ialah semacam denda yang diserahkan oleh perusahaan swasta ke Pemprov DKI Jakarta karena membangun gedung melebihi jumlah lantai yang ditentukan. Namun, Harri tak menjelaskan perusahaan mana yang akan membiayainya.

“Dananya Rp 6 sampai Rp 7 Miliar, itu dari biaya KLB,” ujarnya.

Ia menambahkan, nantinya JPO itu akan dilengkapi fasilitas berupa lift dan CCTV. Sehingga, dapat membantu kaum disabilitas yang akan menyeberang.

“JPO Pasar Minggu juga ada CCTV dan lifnya juga. CCTV yang mantau otomatis, sudah masuk ke Jakarta Smart City. Nanti kita bisa lihat,” kata dia.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER