Kritik Infrastruktur, Fahri Ingin Jokowi Prioritaskan Pendidikan dan Guru Honorer

1073
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (dok: Rangga Monitor)

MONITOR, Jakarta –¬†Pembangunan infrastruktur yang kian massif di era pemerintahan Jokowi terus mendulang apresiasi dari berbagai kalangan. Namun adapula yang kurang sependapat dan memberikan kritikan.

Sebut saja Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Ia menilai, pemerintahan Jokowi terlalu memprioritaskan sisi pembangunan insfrastruktur seperti Jalan Tol. Padahal, kata Fahri, pendidikan dan kualitas SDM juga tak kalah penting.

Ia pun menilai, seharusnya pemerintah justru mengutamakan untuk membangun sarana pra sarana sekolah yang rusak akibat bencana alam. Lanjut Fahri, bukan terus memperbanyak infrastruktur Jalan Tol.

“Kalo dunia pendidikan mau maju, yang dibangun dulu bukan Tol, tapi gedung-gedung sekolah yang hancur. Sekolah rusak harus diperbaiki. Rasio ruang kelas harus diperkecil. Saat ini dalam satu kelas di isi rata-rata 32 anak, bahkan ada sekolah yang 1 kelas diisi 40 anak,” kritik Fahri Hamzah, Jakarta, Senin (8/4).

Selain gedung sekolah, Politikus PKS asal Sumbawa ini menginginkan agar Jokowi mengutamakan kesejahteraan tenaga pendidik honorer. Ia memaparkan, hingga kini nasib guru honorer sangat jauh dari standar sejahtera, dan berbanding terbalik dengan beban kerja.

“Rasio guru terhadap anak didik juga besar sekali, 1 guru mengajar 32-40 anak. Bebannya tinggi, tapi gajinya sangat minim. Jika kita mendengar guru honorer hanya digaji 300rb per bulan, itu fakta. Mereka adalah guru-guru yang mengajar di pelosok-pelosok Indonesia,” terangnya.

“Jumlah guru secara nasional sekitar 3.2 juta, dan setengahnya masih berstatus honorer K2. Jadi setengah dari guru kita hidup tidak layak. Padahal mereka adalah pahlawan-pahlawan kita. kualitas dan masa depan anak-anak kita ada di tangan mereka,” tambah Fahri Hamzah.