Bamsoet Tak Ingin Buru-buru Tanggapi OTT Bowo Sidik Pangarso

1005
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (net)

MONITOR, Jakarta – Tertangkapnya anggota DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso, oleh KPK pada dini hari tadi mengejutkan publik. Saat Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan berkomitmen akan memerangi korupsi, namun anggotanya justru menjadi target bidikan lembaga anti rasuah.

Kini Bowo sudah berada di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Total ada 8 orang yang ditahan KPK dalam OTT kali ini. Hingga saat ini, kedelapan orang yang tersebut masih berstatus sebagai terperiksa.

Bowo yang duduk di Komisi VI DPR RI ini ‘terperangkap’ dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terkait distribusi pupuk.

Bamsoet, demikian panggilan Ketua DPR, masih enggan mengomentari ihwal penangkapan Bowo. Ia mengatakan, pihaknya masih berprasangka baik sampai menunggu hasil pemeriksaan dari KPK.

“Penegak hukum masih punya waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status yang bersangkutan. Kita harus prasangka baik, jangan prasangka buruk. Tunggu hasil pemeriksaan resmi dari KPK,” kata Bamsoet kepada wartawan, Kamis (28/3).

Bahkan menyinggung sanksi yang bakal dijatuhkan kepada Bowo, Politikus yang hobi mengoleksi mobil mewah ini masih bungkam membahas soal sanksi.

“Bagaimana mau sanksi, statusnya saja belum jelas. Jadi kita harus berprasangka baik. Kita doakan saja tidak ada pejabat negara, baik itu di DPR maupun pemerintah, yang lakukan perbuatan tercela,” kata terangnya.