Kemendikbud Bekali Penguatan Pendidikan Karakter kepada 720 Siswa SM

1043
Kemendikbud memberikan pembekalan penguatan pendidikan karakter kepada siswa di Semarang

MONITOR, Semarang – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan pembekalan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) kepada 720 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pembekalan tersebut diberikan melalui kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) Siswa SMP tahun 2019 yang diselenggarakan di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang dibuka pada Selasa (26/3).

Kegiatan KKP Siswa SMP 2019 mengangkat tema “Unggul, Berkarakter, dan Berkarya”. Pelaksanaan kegiatan tersebut diawali dengan pertunjukan pentas seni para siswa pada hari Senin (25/3), dan akan berakhir pada hari Kamis (28/3).

“KKP jenjang SMP ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari Progran Pendidikan Karakter sebagai agenda prioritas pembangunan ke delapan dalam Nawa Cita, yakni melakukan Revolusi Karakter Bangsa,” ucap Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMP, Maulani Mega Hapsari, yang dalam kesempatan ini mewakili Direktur Pembinaan SMP.

Kepemimpinan, kata Mega, merupakan modal strategis yang harus dimiliki oleh manusia, karena pada hakikatnya manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan lingkungannya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peran strategis untuk membentuk jiwa kepemimpinan peserta didik.

Pembentukan jiwa kepemimpinan tersebut, tutur Mega, dapat diperoleh melalui kegiatan intra sekolah maupun ekstrakurikuler, seperti OSIS, Pramuka, jurnalistik, PMR, kerohanian, olah raga, dan sebagainya.

Kemendikbud berikan pembekalan kepada siswa didik di Semarang penguatan pendidikan karakter

“Kami titip pesan agar kepala sekolah dan guru dapat mencari dan menanamkan kepada para siswa untuk berprestasi, baik melalui OSIS, olahraga, Pramuka, kerohanian, PMR, dan sebagainya,” tuturnya.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan KKP ini adalah melatih, mengasah, dan memperkuat jiwa kepemimpinan siswa, membentuk budi pekerti siswa melalui jiwa kepemimpinan, menjalin dan mempererat persahabatan antar siswa. Selanjutnya, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa, serta menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan baik di tingkat nasional, maupun global.

“Adik-adik disini harus dapat membaur satu sama lain. Jangan membaur dengan teman satu sekolahnya sendiri, tetapi juga membaur dari sekolah lain. Bangunlah komunikasi yang baik satu sama lain,” ujar Mega.

Ia berharap para peserta KKP dapat menularkan pengalamannya kepada para peserta didik lain di sekolahnya dan sekolah lain di daerahnya. “Setelah dari sini adik-adik dapat menularkan pengalaman yang didapat selama pembekalan di sini kepada teman-teman lainnya yang ada di daerah masing-masing,” pesan Mega.

Para peserta KKP SMP tahun 2019 di Provinsi Jawa Tengah berasal dari Kabupaten Semarang, Kabupaten Batang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Rembang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Boyolali, Kota Pekalongan, Kota Salatiga, dan Kota Semarang. Selain siswa, turut hadir 80 guru pendamping para siswa tersebut.

Model pembekalan dan pembelajaran yang diberikan kepada peserta KKP adalah teoritik dan praktik, dengan narasumber dari Direktorat Pembinaan SMP, Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA) Kemendikbud, pegiat pendidikan Herman Josis Mokalu, Lembaga Pendidikan Konseling Cerdas Cemerlang Sangatta, Badan Narkotika Nasional (BNN), Klinik Pendidikan MIPA Kampung Matematika, dan tim Arjuna Saged.

Model pembelajaran teoritik dilaksanakan secara searah dan dialogis diselingi permainan edukatif, sehingga pembelajarannya bersifat menyenangkan. Sedangkan untuk model pembelajaran praktik kegiatan dilaksanakan di alam terbuka dan di dalam ruangan. Selain itu, model praktik dilakukan juga melalui permainan, simulasi, sidang pleno, tugas kelompok, dan tugas pribadi, serta praktik-praktik kepemimpinan lainnya.

“Dengan adanya kegiatan KKP ini diharapkan para peserta mampu melatih, mengembangkan, memantapkan diri, dan bertukar pengalaman tentang model kepemimpinan yang baik dan bermanfaat,” pungkas Mega.