Gerindra Keberatan Proyek MRT Diklaim sebagai Keberhasilan Jokowi

1031
Rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terparkir di Depo MRTJ, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2018). Direktur Utama MRTJ William Sabandar menyatakan hingga 25 April 2018 proses pembangunan MRT sudah mencapai 93,45 persen. saat diskusi dengan media dia Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

MONITOR, Jakarta – Ditengah riuh tepuk tangan dan sanjungan tak henti-hentinya untuk Presiden Joko Widodo, yang dinilai berhasil merealisasikan pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) yang baru saja diresmikan pada Minggu, 24 Maret 2019 kemarin, rupanya ada sejumlah pihak yang sebaliknya memberikan kritik.

Seperti anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Seokartono. Politikus Gerindra ini keberatan jika program tersebut diklaim sebagai keberhasilan Jokowi sendiri lantaran sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta.

Menurutnya, MRT sudah dirancang pembangunannya sejak era Gubernur Fauzi Wibowo. Dan kini, transportasi tersebut diselesaikan di era Gubernur Anies Baswedan.

“Persoalannya kemudian, moda ini belum terkoneksi dengan moda transportasi massal lainnya. Gubernur Anies yang akan repot mengoneksikannya dengan sejumlah moda transportasi lainnya, karena sebelumnya belum terkoneksi,” ujarnya di Gedung Parlemen Senayan, Senin (25/3).

Bambang pun mengkritik Jokowi yang ketika menjadi gubernur salah dalam merancang moda MRT. Gubernur Anies sebagai penerusnya direpotkan bagaimana harus mengoneksikan dengan moda transportasi lain agar bisa dimanfaatkan warga Ibu Kota.

“Jangan seperti LRT di Palembang yang akhirnya jadi beban. Mestinya LRT Palembang didukung orang-orang Palembang sendiri lewat APBD, bukan orang Indonesia lewat APBN,” tutur Bambang.