Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahladul Ulama ke-2, di Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2).
MONITOR, Magelang – Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren menjadi fokus perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden yang akrab disapa Jokowi ini mengatakan, dirinya sudah lama berharap RUU tersebut segera dituntaskan pembahasannya.
Hal demikian diutarakan Jokowi saat menghadiri acara Silaturahim dengan Kiai dan Tokoh se-Eks Karesidenan Kedu, di Gedung Tri Bhakti, Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (23/3) lalu. Ia mengatakan, semakin sering dirinya masuk ke pondok pesantren, dirinya semakin tahu yang menjadi masalah di dalam tubuh pesantren.
Selain itu, ia juga memperoleh banyak masukan-masukan dari masyarakat pesantren. Karena itu, Jokowi berharap nantinya payung hukum yang namanya Undang-Undang Pondok Pesantren harus segera selesai.
“Ini kita udah dorong terus agar bisa selesai,” ujar Jokowi.
Ia pun mengingatkan, di Indonesia sekarang ini sudah memiliki 29 ribu pondok pesantren, baik besar, sedang, maupun yang kecil, 29 ribu, sehingga perlu perhatian khusus.
Bahkan, lanjut dia, ada banyak para kiai yang mengusulkan perlu adanya Menteri Pesantren, karena jumlah 29 ribu pesantren itu merupakan jumlah yang sangat besar sekali. Belum lagi jumlah santrinya, yang tentu mencapa jutaan.
“Inilah pekerjaan-pekerjaan besar ke depan,” tegasnya.
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali memperoleh pengakuan di kancah internasional dengan masuk…
MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) secara masif meluncurkan Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan…
MONITOR, Jombang — Kementerian Haji dan Umrah terus mengawal fase kepulangan jemaah haji Indonesia hingga…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas musibah gempa bumi besar…
MONITOR, Jakarta - Mengantisipasi lonjakan pengguna jalan pada periode libur sekolah, PT Jasa Marga (Persero)…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menyoroti upaya petugas yang berhasil menggagalkan…