SUMATERA

Komitmen Selesaikan Konflik Agraria, Dafryan Anggara Didukung Masyarakat Bandar Lampung

MONITOR, Bandar Lampung – Komitmen Tokoh Muda Bandar Lampung, Dafryan Anggara untuk menyelesaikan konflik agraria didukung berbagai lapisan masyarakat di Bandar Lampung. Pasalnya konflik agraria sangat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat, ditambah frekuensi yang terbilang tinggi di Ibukota Lampung tersebut.

Berdasarkan catatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) selama tahun 2018 sebaran konflik yang ditangani LBH Bandar Lampung, yaitu Kabupaten Tulangbawang sebesar 25%, Kabupaten Pesawaran 6%, Kota Bandar Lampung 44%, dan Kabupaten Lampung Selatan sekitar 12%.

Faktor penyebabnya beragam mulai dari ekspansi industri kehutanan, perkebunan sawit, dan pertambangan. Dengan tipologi konflik pertanahan di Provinsi Lampung terbagi dalam beberapa bagian. Perinciannya, pribadi sebesar 28%, kebijakan pemerintah 36%, dan perusahaan sekitar 36%.

Dafryan Anggara menjelaskan konflik agraria harus jadi salah satu fokus dalam pembangunan Bandar Lampung, jika dibiarkan terus menerus akan menggangu jalannya pembangunan. Efek jangka panjangnya akan merugikan masyarakat, maka perlu adanya penyelesaian yang diinisikan pemerintah dan berpihak pada kepentingan bersama.

“Pertanahan menyangkut hidup orang banyak, dan penyelesaian harus bersumber pada kepentingan bersama. Dari tipologi konflik seharusnya bisa segera diselesaikan dan dicegah dengan regulasi yang jelas dan transparan. Ini akan menjadi fokus perjuangan kita kedepan,” ucap Caleg DPRD Kota Bandar Lampung tersebut saat diwawancarai pada Rabu (20/3/2019).

Rahmadi, salah seorang masyarakat Bandar Lampung menuturkan itikad baik dari Dafryan Anggara dalam menyelesaikan dan mencegah konflik agraria di Bandar Lampung sangat dinantikan masyarakat, belum ada sejauh ini Caleg yang fokus dan komitmen terhadap hal tersebut.

“Masyarakat Bandar Lampung sangat mendukung langkah Bang Dafryan untuk mengatasi persoalan di Kota ini, kita akan berusaha maksimal untuk memenangkan beliau,” jelas Rahmadi saat diwawancarai di Bandar Lampung pada Rabu (20/3/2019).

Recent Posts

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

5 jam yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

9 jam yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

12 jam yang lalu

Alih Generasi dan Tantangan Sensus Pertanian, HKTI Lumajang Dorong Transformasi Smart Farming

MONITOR, Lumajang - Penurunan jumlah usaha pertanian di Kabupaten Lumajang dalam beberapa tahun terakhir menjadi…

14 jam yang lalu

Dokter Lulusan UIN Wajib Jadikan Profesi sebagai Jalan Pengabdian

MONITOR, Ciputat — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa profesi…

15 jam yang lalu

Kemnaker Mulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, Diikuti 12.128 Peserta

MONITOR, Banten – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun…

1 hari yang lalu