Panglima TNI dan Kapolri Berpantun dalam Silaturrahim Kebangsaan di Riau

1016
Kapolri dan Panglima TNI menghadiri agenda silaturrahim kebangsaan di Riau

MONITOR, Riau – Daun Nilam daun rambutan,
Ulam pegaga tumbuh di halaman,
Assalamualaikum saya ucapkan,
Pada Tuan / Puan hadirin hadirat sekalian

Anak pesantren pergi mengaji
Membawa kitab tafsir dan imrithi
Mari kita perkuat jalinan silaturahmi
Agar bangsa ini kokoh dan jaya di kemudian hari
Rabu, (13/03/19).

Sepasang pantun yang di ucapkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P ketika memulai sambutan dalam rangka Silaturrahim Kebangsaan di Pondok Pesantren Al Qur’an Nurul Iman Desa Sumber Makmur Kampar Provinsi Riau bersama Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Ph.D.

Kedatangan Panglima dan Kapolri disambut oleh pengasuh pondok pesantren KH. Ismartoyo dan KH. Ahmad Syuhada Ketua Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) Provinsi Riau.

Acara silaturahmi kebangsaan dimulai dengan dengan sholat dzuhur berjamaah dan makan siang di pondok pesantren bersama para Kiai, Pimpinan Pondok Pesantren, tokoh masyarakat dan tokoh adat Melayu Provinsi Riau.

Dalam kunjungan kali ini Panglima TNI dan Kapolri didampingi oleh Kapusbintal TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Waasops Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Kadivpropam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Dankorbrimob Polri Irjen Pol Ilham Salahudin. Ikut serta KH. Musthofa Aqil Siroj Ketua Umum MDHW dan Habib Alwi Alhabsyi Kwitang Jakarta.

Dalam sambutannya Panglima menyampaikan, Ulama, Santri dan ponpes merupakan benteng pertahanan NKRI. Oleh karena itu santri harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam berbagai hal. Akhlak, budi pekerti dan juga keilmuan.

Selain itu menurutnya Indonesia adalah negara yg kaya raya dengan berbagai SDA dan karenanya dibutuhkan SDM yg mampu mengelola dengan baik dan amanah. Peluang santri dapat masuk ke berbagai sektor.

Menurut panglima perkembangan Revolusi industri 4.0 menuntut kita termasuk dunia pesantren dan Masyarakat desa untuk beradaptasi dan dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana yg memudahkan. Jangan sampai kemajuan teknologi justru menimbulkan mudharat seperti perpecahan di masyakarat akibat maraknya hoax.

“Kita semua unsur masyarakat santri, kiai, tokoh adat, tokoh masyarakat, ulama dan umaro jangan sampai terpecah belah oleh kabar berita bohong atau hoax, mereka musuh negara akan senang jika melihat masyarakat terpecah,” tandas Panglima.

Sebelum menutup sambutannya Panglima TNI pun Berpantun lagi.

Pucuk pauh delima batu,
Anak Sembilang di tapak tangan,
Walau pun kita jauh beribu batu,
Jauh Dimata dihati jangan

Tutup Panglima disambut tepuk tangan dan riuh yang hadir.

Di kesempatan yang sama, Sekjen MDHW Hery Haryanto Azumi menyampaikan Silaturrahim Panglima dan Kapolri dengan para ulama memberikan pesan yang kuat kepada publik bahwa Islam yang berakar kuat dalam masyarakat Muslim Indonesia harus terus dijaga demi kejayaan NKRI. Masyarakat dunia dapat berharap kepada Indonesia, tempat di mana Islam dan Nasionalisme tidak pernah dipertentangkan.

“Silaturrahim Panglima TNI dan Kapolri dengan para syeikh, kyai, ustadz dan kalangan santri secara umum ini merupakan manifestasi dari integrasi antara agama dengan negara dalam bingkai NKRI dan tuntunan Pancasila.” jelas mantan ketum PB PMII ini.