MEGAPOLITAN

Pemprov DKI Gandeng Swasta Luncurkan Aplikasi Jakarta Aman

MONITOR, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta melakukan terobosan di dunia digital dengan meluncurkan aplikasi smartphone bernama Jakarta Aman. Peluncuran aplikasi ini kerjasama Pemprov DKI dengan pihak swasta.

Peluncuran itu ditandai dengan penandatangan perjanjian kerja sama antara Founder Jakarta Aman, Muhammad Fardhan Khan, dan Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Saefullah, yang disaksikan langsung oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan yang berlangsung di Balairung, Balaikota Jakarta, Selasa (12/3).

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan, rasa aman warga merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh pemerintahan suatu daerah. Sehingga, sistemnya pun membutuhkan pembaruan yang mutakhir sesuai dengan perkembangan zaman.

“Jakarta harus diikhtiarkan menjadi kota aman bagi semua. Apalagi mereka yang rentan terhadap ancaman. Sehingga, perlu sistem yang menjamin keamanan warga yang dibangun sesuai abad 21,” jelas Anies.

Pemprov DKI menggandeng swasta untuk meluncurkan aplikasi Jakarta Aman

Sistem keamanan yang dimaksud Anies adalah sistem yang menuntut ketersambungan, baik antara warga dengan pihak-pihak yang berwenang terkait keamanan, maupun warga dengan lingkungannya sendiri. Hadirnya aplikasi Jakarta Aman ini lantas mampu menjawab tantangan tersebut.

“Hari ini kita hidup di abad 21 yang menuntut ketersambungan (konektivitas), dan untuk menjaga keamanan menjadi tangung jawab semua. Aplikasi yang disusun ini memungkinkan hal tersebut, karena menghubungkan masalah warga langsung ke pihak terkait, serta memberi tahu warga terdekat agar cepat menolong,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut,  Anies juga mengajak seluruh jajarannya beserta warga DKI Jakarta untuk mengunduh aplikasi Jakarta Aman agar tercipta komunitas yang saling menjaga dan merespons dengan cepat suatu kejadian/masalah.

“Our community is our security, dan itu yang menjadi dasar aplikasi ini diluncurkan. Kita ingin aplikasi Jakarta Aman betul-betul berfungsi. Maka dari itu, saya mengajak untuk men-download aplikasi ini, sehingga antar pengguna saling bantu dan menghadirkan rasa aman di kota ini,” tandas Gubernur Anies.

Sementara itu, Founder Jakarta Aman, Muhammad Fardhan Khan menyampaikan, pihaknya akan terus berkomitmen bersama Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan fitur di dalam aplikasi karyanya, agar ke depan dapat membantu menutup celah sistem pelaporan warga, sehingga dapat mempercepat penanganan suatu kejadian.

“Kami bersama Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan beragam fitur di Jakarta Aman, agar dapat semakin menghubungkan antar warga,” ujar Fardhan.

Untuk diketahui, aplikasi Jakarta Aman memiliki beragam fitur, sebagai berikut.
–  Tombol Darurat untuk mendapatkan bantuan sesegera mungkin dari operator 24 jam BPBD Provinsi DKI Jakarta (112);
–    Komunitas Aman, dengan Siskamling Digital untuk keamanan lingkungan tempat tinggal;
–    Lapor, Laporkan insiden keperluan layanan publik di sekitar;
–    Nomor penting, memuat nomor telepon instansi penting di sekitar pengguna;
–    Keluarga Aman, dengan Walk with Me yang dapat mengamati posisi anggota keluarga saat bepergian.

Aplikasi Jakarta Aman merupakan sebuah aplikasi keamanan antar masyarakat yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta yang berkolaborasi dengan PT Indonesia Lebih Aman. Aplikasi ini dapat diluncurkan juga atas hasil sinergi antar berbagai SKPD/OPD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, antara lain BPBD Provinsi DKI Jakarta, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta, serta unit terkait.

Recent Posts

Kementerian UMKM dan Kemendag Perluas Akses Ekspor Produk Lokal Lewat InaExport

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkolaborasi memperluas…

3 jam yang lalu

Kick Off Hari Santri 2026, Menag: Santri Jangan Jadi Penonton, Harus Ikut Menentukan Masa Depan Indonesia

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa santri tidak boleh…

3 jam yang lalu

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

17 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

17 jam yang lalu

Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

MONITOR, Tangsel - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H.,…

21 jam yang lalu

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam…

24 jam yang lalu