Dukungan Penjualan Saham Bir Terus Mengalir, Ini kata Politikus Gerindra

Politisi Gerindra, Inggard Joshua

MONITOR, Jakarta – Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menjual saham bir di PT Delta Djakarta terus mendapat dukungan. Kali ini dukungan tersebut datang dari politikus Partai Gerindra yang juga mantan anggota DPRD DKI Jakarat, Inggard Joshua.

“Saya tidak habis pikir dengan sikap para wakil rakyat kita yang menghang-halangi rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menjual saham bir. Padahal kalau saham itu bisa dijual uangnya bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat Jakarta yang bisa dirasakan langsung,” terangnya.

Inggard pun menyebut, dengan dijualnya saham bir di perusahan PT Delta Jakarta banyak yang bisa dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Selain uangnya bisa digunakan untuk menambah pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan.

Atau bisa digunakan untuk peningkatan sektor ekonomi mikro dengan membangun UMKM yang bisa membuka lapangan pekerjaan.

“Saya kira kalau hanya mendapat dividen Rp 38 miliar pertahun dari PT Delta Djakarta itu kecil. Maka saran saya tidak ada salahnya dijual saja sahamnya,” terangnya.

Sementara itu seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan alasan melepas saham Bir PT Delta Djakarta Tbk yang dimiliki Pemprov sebesar 26,25 persen

Anies melepas saham minuman beralkohol tersebut karena dividen (keuntungan) yang diterima terbilang kecil yakni hanya Rp 38 Miliar per tahun.

“Pemerintah bukan cari untung apalagi dividen dari pajak atau saham ini (PT Delta) pertahun itu rata-rata hanya Rp 38 miliar,” ujar Anies.

Jika dijual kata Anies, saham ini memberikan masukan untuk Pemprov sebesar Rp 1.2 Triliun di mana angka tersebut baru bisa didapatkan setelah 40 tahun dikelola.

“Sekarang kalau ditutup maka kita dapat uang Rp 1,2 triliun.” Jelasnya.

Niat Anies Baswedan, hasil dari keuntungan menjual saham Bir itu untuk menyejahterakan masyarakat Ibu Kota.

“Kami memandang dana itu lebih bermanfaat bila digunakan untuk pembangunan sekolah. (Rp 1,2 triliun) bisa membangun lebih dari 100 sekolah, dengan dana yang ada itu bisa dapat 240 bis juga,” ujarnya.

Selain itu, menurut Anies Baswedan, saat ini, masih banyak masyarakat yang kekurangan air bersih.

Sehingga, alangkah baiknya uang hasil penjualan saham dipakai untuk menyediakan air bersih.

Disisi lain, sejumlah elemen masyarakat, seperti Jawara Betawi dan Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor DPRD DKI Jakarta.

Mereka menggeruduk DPRD DKI Jakarta meminta agar para wakil rakyat Jakarta segera mendukung pelepasan saham di PT Delta Djakarta. Para pengunjuk rasa ini mengaku telah menandai partai politik yang menolak penjualan saham itu untuk tidak dipilih lagi warga Ibukota.

“Yang saya tahu, hanya dua fraksi yang menolak pelepasan saham bir ini. Yakni PDIP dan Nasdem. Kasih tahu mereka, apa mau anak-anak mereka dirusak minuman keras. Sudahlah, segera setujui pelepasan saham itu. Jangan rusak warga DKI dengan minuman keras. Jangan legalkan minuman keras beredar di wilayah DKI,” kata Imam FPI DKI Jakarta Muchsin dari mobil komando.