DAERAH

Petani Mangga Kabupaten Probolinggo Siap Mendukung Ekspor

MONITOR, Probolinggo – Siapa tak kenal dengan mangga? Salah satu buah tropis manis ini memiliki potensi pasar menjanjikan baik pasar lokal maupun ekspor. Angka BPS menunjukkan volume ekspor mangga pada 2017 sebesar 790 ton dan pada 2018 meningkat menjadi 842 ton atau naik sebesar 6,58%.

Beberapa varietas mangga berpotensi ekspor di antaranya adalah arumanis dan gedong gincu. Disusul garifta merah, kuning, orange dan gading untuk kategori varietas mangga berkulit merah serta pendatang baru agrigardina 145 yang bisa dikupas seperti pisang.

“Saat ini mangga Indonesia telah diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Hongkong dan hampir semua negara Timur Tengah. Bahkan saat ini Kementan sedang berusaha untuk menembus pasar Australia, Jepang dan negara Eropa yang terkenal memiliki persyaratan ketat,” jelas Sri Wijayantie Yusuf, Plt Direktur Buah dan Florikultura.

Direktur yang biasa dipanggil Yanti ini menekankan bahwa Kementerian Pertanian berupaya agar buah mangga lokal dapat diterima di negara tujuan ekspor. “Kuncinya adalah mutu buah terjamin, bebas lalat buah dan aman dikonsumsi. Oleh karena itu sangat penting mendorong petani mangga untuk menerapkan kaidah GAP, SOP dan budidaya ramah lingkungan agar mampu menghasilkan buah sesuai keinginan pasar.”

Daerah – daerah pensuplai ekspor mangga didominasi oleh Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur merupakan pensuplai mangga terbesar di Indonesia. Berdasarkan angka BPS, pada 2017 menunjukkan bahwa produksi mangga di Provinsi Jawa Timur adalah sebesar 898 ribu ton memberikan kontribusi 40,7% dari total produksi mangga nasional.

Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probilinggo, Yulis Setyaningsih menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki potensi pengembangan mangga. Para petani mangga sangat berantusias untuk menghasilkan mangga bermutu sesuai permintaan pasar.

“Petani mangga Probolinggo saat ini haus akan teknologi untuk meningkatkan produksi dan mutu,” ujar Yulis. Dirinya berharap agar teknologi budidaya yang disampaikan oleh Kebun Percobaan Cukur Gondang – Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika dapat menjawab berbagai persoalan yang selama ini dialami para petani di Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Jatim pada umumnya.

Ahli budidaya mangga dari Kebun Percobaan Cukur Gondang Balai Tanaman Buah Tropika, Rebin menyampaikan bahwa Ditjen Hortikultura bersama-sama dengan Badan Litbang telah mengembangkan kawasan mangga yang berpotensi ekspor terutama Garifta Merah sejak tahun 2009. Kementan telah memiliki rekomendasi teknologi budidaya untuk menghasilkan buah mangga berkualitas ekspor termasuk teknologi menghasilkan buah di luar musim _(off season)_.

“Dengan menghasilkan buah di luar musim, tentunya petani akan memperoleh harga yang lebih baik. Perlakuan teknologi _off season_ ini harus diimbangi dengan pemupukan yang tepat agar tanaman tidak merana,” tambahnya.

Sri Wijayantie menambahkan, teknologi budidaya mangga yang disampaikan oleh Balitbu -Tropika terus disosialisasikan kepada petani mangga seluruh Indonesia. “Tidak hanya petani mangga dari Jawa Timur saja yang siap mendukung ekspor. Peran dinas pertanian provinsi, kabupaten dan PPL sangat kita harapkan untuk mendukung program ini. Kami optimis dengan adanya peran serta dari semua pihak, mangga Indonesia mampu menjadi primadona ekspor seperti pisang dan manggis.”

Recent Posts

Pasar Semakin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Kian Kompetitif

MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…

16 jam yang lalu

Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…

16 jam yang lalu

88 Perwira Dirotasi Kapolri Suyudi, IPW Soroti Potensi Gesekan Internal Polri

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti langkah cepat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario…

19 jam yang lalu

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Jadi Panggung Peternak, Kementan Perkuat Genetik dan Produktivitas

MONITOR, Bogor – Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 bukan sekadar mencari sapi terbaik. Di…

24 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT

MONITOR, Kupang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penyelenggaraan Flobamorata Creative Expo…

1 hari yang lalu

Kementan Perkuat Langkah Pemda dalam Pengendalian Penyakit Hewan di Gunungkidul

MONITOR, Gunungkidul — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat dukungan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, Daerah…

1 hari yang lalu