Jokowi Minta Warga NU Ikut Tangkal Isu Hoax Larangan Azan

1024
Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahladul Ulama ke-2, di Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2).

MONITOR, Banjar – Merespon maraknya penyebaran isu hoax yang memanas jelang Pemilu 2019, Presiden Joko Widodo meminta warga Nahdlatul Ulama untuk bantu mencegah fenomena tersebut.

“Saya titip ini harus betul-betul direspons dengan baik oleh NU, terutama kalau ada fitnah-fitnah, isu-isu yang dari pintu ke pintu. Sudah dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah,” pesan Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahladul Ulama ke-2, di Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta warga NU untuk berani merespon hal-hal yang memicu kekhawatiran dan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kita harus berani merespons ini,” tegas Jokowi.

Misalnya, isu hoax tentang larangan azan jika Jokowi kembali terpilih. Jokowi mengatakan, berdasarkan hasil survei, rupanya sembilan juta lebih masyarakat mempercayainya.

“Ini survei ilmiah loh. Saya sudah berbisik-bisik pada Profesor Kiai Haji Ma’ruf Amin mengenai ini, bagaimana mencegah ini,” ucap Jokowi.

Demikian juga terkait hoaks pemerintah akan melegalkan perkawinan sejenis. Jokowi menegaskan, dirinya akan ikut angkat bicara agar masyarakat tidak ikut terprovokasi.