Jokowi dan Prabowo Dinilai Sama-sama Punya Peluang Menangkan Pilpres 2019

Kandidat capres cawapres Jokowi-ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi usai melakukan sesi debat perdana

MONITOR, Jakarta – Di ajang pilpres 2019, pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sama-sama memiliki peluang untuk terpilih menjadi presiden.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Pembangunan Indonesia (LSPI) baik Prabowo-Sandiaga Uno maupun pasangan Jokowi-Ma’ruf berpeluang unggul di ajang Pilpres 2019. Momentum tersebut terlihat dari angka swing voter yang
mencapai 9,00 persen.

Dari hasil survei LSPI terungkap, sekitar 9,00 persen swing voter dimana dari angka swing voter 9,00 persen mengatakan akan memilih pasangan Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 24,65 persen atau sekitar 2,22 persen, sementara mengatakan, memilih Jokowi-Ma’ruf Amin 22,75 persen atau sebesar 2,05 persen.

“Adapun yang tetap akan menentukan pilihan swing voter lagi sekitar 52,60 persen atau 4,73 persen,” ujar Kepala Litbang LSPI Febra Anugrah kepada MONITOR.

Febra pun menyebut, dari model tingkat elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 44,14 persen berpotensi bertambah 2,22 persen menjadi 46,36 persen.

Sementara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dengan tingkat elektabilitas 46,86 persen, berpotensi bertambah 2,05 persen menjadi 48,91 persen, selisih 2,55 persen.

“Artinya tingkat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin jika dihubungkan dengan keinginan publik melanjutkan dua periode sebesar 46,61 persen plus tambahan swing voter 2,02 persen paling tertinggi memperoleh 48,66 persen. Saat ini sudah stag dan bahkan berpotensi lagi dampak dari faktor angka militansi sekitar 7 persen akan menjadi 41,66 persen,” terangnya.

Dibeberkan Febra, munculnya swing voter yang mencapai 9,00 persen, karena memang belum mempunyai pilihan. Kedua memiliki pilihan tapi masih mempunyai pertimbangan lain.

Swing voter biasanya baru menentukan pilihan sepekan sebelum hari pencoblosan yang akan berlangsung 17 April 2019. Febra Anugrah melanjutkan, Survei ini dilakukan dari 14 sampai 20 Februari 2019.

Survei dilakukan secara proporsional di 34 Provinsi yang punya hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih ketika survei dilakukan. Selanjutnya random di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RW/RT, penyebaran wilayah di 50% perkotaan &
50% pedesaan.

Jumlah sample responden yang di ambil sebanyak 2.100. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin error + 2,4 % pada tingkat kepercayaan 95%. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode multistage Random Sampling.