Investasi Freeport, Serangan Balik untuk Sudirman Said

Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said.

MONITOR, Jakarta – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, blak-blakan menyebut Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan secara diam-diam dengan Bos Freeport, James R Moffett pada Oktober 2015 lalu.

Dalam pertemuan itu, Moffet menyampaikan draft tentang kelangsungan investasi PT Freeport di Indonesia. Namun, Sudirman tidak mau, dirinya mengaku lebih memilih membuat draft yang posisinya lebih menguntungkan Indonesia.

Merespon serangan Sudirman, Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan sewaktu ia mulai menduduki jabatannya, negosiasi divestasi 51% saham PT FreeportĀ Indonesia dimulai dari nol.

Widget Situasi Terkini COVID-19

“Waktu saya ditugaskan di sini, itu ditinggalkan semua. Start dari nol perundingannya,” kata JonanĀ di kantornya, Rabu (20/2) kemarin.

Ia menjelaskan apapun yang terjadi sebelumnya tidak bisa dijadikan dasar lagi, karena kalau itu dijadikan dasar tidak mungkin RI bisa rebut 51% saham Freeport. Selain itu, ia menyayangkan etika Sudirman sebagai seorang pejabat publik, sebaiknya tak banyak komentar soal kinerja pemerintahan setelah tak lagi menjabat.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengakui adanya pertemuan dengan James R. Moffet, namun ia membantah jika pertemuan itu disebut rahasia dan dilakukan secara diam-diam. Pernyataan ini sekaligus menepis tudingan yang dilontarkan Sudirman Said.

Jokowi menegaskan, tak ada pembahasan lain selain perpanjangan izin Freeport. Meskipun pihak Freeport mengajukan perpanjangan izin operasi, dirinya selalu menekankan bahwa pemerintah Indonesia ingin menguasai saham sebesar 51 persen. Keinginan tersebut pada Desember 2018 telah berhasil dilakukan pemerintah lewat PT Inalum.