Kubu Raya Siap jadi Lumbung Jahe Kalimantan

1011
Para petani jahe di Kubu raya, Kalimantan (foto : istimewa)

MONITOR, Kubu Raya – merupakan satu di antara 14 kabupaten kota di Kalimantan Barat. Kubu Raya terdiri dari sembilan kecamatan terkenal dengan sektor Pertanian. Komoditas hortikultura unggulan di daerah ini jahe putih atau gajah. Kecamatan Terentang dikenal sebagai kawasan budidaya jahe terbesar.

“Potensi kawasan jahe yang bisa ditanam di Kubu Raya berkisar 200 – 250 hektare. Saat ini baru digarap berkisar 64 hektare dengan produktivitas 18 – 20 ton per hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu raya, Gandhi.

Beberapa penyebab masih belum optimalnya produktivitas adalah kurangnya sarana dan prasarana pendukung yang dapat meningkatkan produksi, “Misalnya karena cuaca panas, petani jahe memerlukan naungan berupa waring atau paranet,” lanjut Gandhi.

Kawasan jahe di Terentang (foto:istimewa)

Kecamatan Terentang memiliki kawasan jahe 30 hektare. Salah satu kelompok tani yang aktif relatif maju adalah Gapoktan Empening Mandiri, khususnya Kelompok Tani Pajar Harapan, Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang. “Hampir setiap minggu kami mengirimkan jahe segar ke Pasar Induk Flamboyan sebanyak 15 – 20 ton per minggu dengan harga Rp 15 ribu per kg,” tutur Arpandi, Ketua Gapoktan Empening. Saat ini harga jahe di Pasar Induk Flamboyan berkisar Rp. 22 – 25 per kilogram.

Sebenarnya peluang untuk ekspor terbuka luas. “Penjualan secara informal ke Kucing/Serawak Malaysia sudah berjalan. Kecamatan Terentang sudah bisa mengekspor jahe sampai 20 ton per minggu,” tutur Bang Rani, penyuluh pertanian Kecamatan Terentang.

“Melihat peluang makin menjanjikan untuk pengembangan kawasan tanaman obat, terutama tanaman jahe di Kabupaten Kubu Raya, Direktorat Jenderal Hortikultura, tahun anggaran 2019 telah menyediakan alokasi anggaran pengembangan kawasan tanaman obat seluas 500 hektare di 30 kabupaten dalam 11 provinsi, termasuk kabupaten Kubu Raya,” jelas Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab.