Warga Bontang Akui Jargas Lebih Praktis, Hemat dan Aman

Ilustrasi jaringan gas untuk warga

MONITOR, Bontang – Masyarakat Kota Bontang merasa senang dapat menikmati program pemanfaatan jaringan gas bumi (Jargas) bagi rumah tangga. Sumber energi kini menjadi semakin dekat, karena gas bumi diambil langsung dari sumbernya dan dialirkan ke rumah-rumah warga secara terus menerus.

Seperti yang dituturkan oleh Saripah (43), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Rusunawa Api-Api, Kota Bontang, setelah menggunakan jargas, dia kini tidak perlu repot lagi membeli tabung elpiji 3 kg jika sedang kehabisan gas.

“Sebelumnya kami biasa memakai gas elpiji 3kg, setelah adanya gas alam (jargas) ini sangat membantu. Tidak perlu repot lagi mencari gas yang 3 kg ke mana-mana, kadang belinya harus antri, sudah antri kadang kehabisan. Sekarang tidak perlu repot lagi angkat-angkat tabung gas. Alhamdulillah, kami ibu-ibu di rusunawa ini sangat bersyukur sekali dengan adanya jargas disini,” tutur Saripah saat ditemui di Rusunawa Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (15/2).

Saripah menambahkan bahwa penggunaan jargas juga lebih hemat. Harga jargas lebih murah jika dibandingkan dengan elpiji.

“Waktu pakai elpiji 3kg, harganya bisa sampai Rp 30.000 per tabung, satu bulan bisa habis 2 atau 3 tabung. Kalau pakai jargas Rp 20.000 bisa untuk dua minggu. Jadi lebih irit jargas,” kata Saripah.

Bagi Saripah, dapat menghemat Rp 10.000 hingga Rp.20.000 per bulan untuk urusan dapur tentunya sangat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Sehingga dirinya sangat senang setelah terpasang jargas di rumahnya, kini uangnya bisa ia gunakana untuk keperluan yang lain.

“Bisa untuk ditabung atau tambahan uang jajan anak,” ujarnya.

Selain mudah dan murah, penggunaan jargas juga lebih ramah lingkungan dan aman. Walaupun awalnya warga sempat ada rasa khawatir, mengingat penggunaan gas sebagai bahan bakar sering dipersepsikan mudah meledak dan terbakar, perlahan anggapan tesebut berubah dan kini warga merasa sangat aman menggunakan jargas.

Hal tersebut diungkapkan olah Intan Ratu (40), salah seorang warga yang juga menghuni Rusunawa Api-Api. “Pertamanya ada rasa khawatir masalah keamanan, saya sempat bertanya ini aman atau tidak, setelah dijelaskan ini aman, kami yakin untuk pasang dan memang benar aman, pipanya pun sering dicek,” ungkap Intan.

Untuk melayani kebutuhan jargas di Kota Bontang, sumber gas dipasok dari PT Pertamina Hulu Mahakam dengan alokasi sebanyak 0,2 Million Standard Cubic Feet Per Day (MMSCFD). Gas bumi yang digunakan memiliki berat jenis ringan dan tekanan yang rendah. Jika terjadi kebocoran, gas akan langsung menguap ke udara dan tidak akan menyebabakan kebakaan sehingga dipastikan aman digunakan di rumah warga.

16.965 rumah tangga di Kota Bontang tersambung jargas

Rusunawa Api-Api merupakan salah satu lokasi di Kota Bontang yang mendapatkan program jaringan gas kota untuk tahun anggaran 2018. Sebanyak 198 sambungan rumah (SR) telah terpasang dan beroperasi seluruhnya di rusunawa ini pada Januari 2019. Total keseluruhan untuk Kelurahan Api-Api mendapatkan alokasi pemasangan jargas sebanyak 667 SR.

Ini adalah kali ketiga Kota Bontang mendapatkan manfaat program jaringan gas kota, pengembangan jargas sudah dilakukan secara bertahap di Kota Bontang mulai di tahun 2011 (3.960 SR), tahun 2017 (8.000 SR) dan terakhir di tahun 2018 (5.005 SR). Sehingga kini total jaringan gas rumah tangga di Kota Bontang adalah 16.965 SR.

Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini sebanyak 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Khusus tahun 2019, direncanakan akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi yaitu Kabupaten Aceh Utara (5.000 SR), Kota Dumai (4.300 SR), Kota Jambi (2.000), Kota Palembang (6.000 SR), Kota Depok (6.230 SR), Kota Bekasi (6.720 SR), Kabupaten Karawang (2.681 SR), Kabupaten Purwakarta (3.765 SR), Kabupaten Cirebon, (6.520 SR), Kabupaten Lamongan (4.000 SR), Kota Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Pasuruan (4.000 SR), Kabupaten Probolinggo (4.000 SR), Kabupaten Banggai (4.000 SR), Kabupaten Wajo (2.000 SR) dan Kutai Kartanegara (5.000 SR).