PERTANIAN

BKP Kementan Kembangkan Industri Pangan Berbasis Tepung Lokal

MONITOR, Jakarta – Agar dapat menyediakan tepung berbasis pangan lokal yang dibutuhkan industri pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantapkan persiapan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL), dengan mengundang sejumlah pakar dari berbagai perguruan tinggi.

Menurut Kepala BKP Agung Hendriadi, kegiatan PIPL diarahkan untuk memproduksi tepung berbasis pangan lokal guna menyediakan bahan baku alternatif bagi industri olahan pangan.

“Kami akan memproduksi tepung berbasis pangan lokal dengan kualitas yg baik untuk mendukung industri pangan dalam negeri,” jelas Agung dalam pertemuan pemantapan kegiatan PIPL di Bogor, Jumat, (8/2/2019).

Dijelaskan Agung, untuk mengembangkan kegiatan strategis ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). “Mereka siap menjadi off taker atau pembeli dari produk yang dihasilkan,” tambah Agung.

Selain itu, Agung juga mengarahkan agar aspek bisnis dan kelembagaan dari kelompok yang akan melaksanakan PIPL harus diperkuat.

Untuk tahun ini, PIPL dilaksanakan di 10 provinsi yaitu Riau, Lampung, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, NTT, Maluku, dan Papua, dengan tiga komoditas utama yang akan dikembangkan yaitu ubi kayu, jagung dan sagu sebagai bahan dasar tepung lokal.

Pemilihan lokasi berdasarkan potensi produksi dan ketersediaan bahan baku yang dapat dijadikan tepung, juga kesiapan kelompok

Kegiatan ini akan melibatkan kelompok usaha pangan yang sudah eksis, dengan memberikan bantuan berupa mesin dan peralatan pengolah tepung serta fasilitas pendukung lainnya, untuk dapat mengolah dan menyediakan bahan baku tepung lokal.

Selain itu juga akan dilakukan pendampingan untuk pengembangan pemasaran dan dari aspek bisnisnya.

Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Tri Agustin, selaku Ketua Tim Pelaksana PIPL mengatakan, persiapan teknis akan terus dimatangkan hingga ke daerah.

“Mulai pekan depan Tim akan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan diharapkan akhir februari persiapan teknis dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Tri Agustin.

Para pakar di bidang pangan yang akan mendampingi kegiatan PIPL diantaranya Prof. Achmad Suryana, Prof. Sri Widowati, Prof. Bilter Sirait, Prof. Posman Sibuea, Prof. Nurpudji Taslim, Dr. Drajat Martianto, serta Dr. Damianus Adar.

Recent Posts

Dana Bergulir Bangun Ekosistem Usaha, BMT THS Lombok Jadi Contoh Nyata

MONITOR, Lombok Timur – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperkuat peran koperasi sebagai…

13 menit yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha Mikro lewat Festival Pelindungan Usaha di Jember

MONITOR, Jember - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya membangun ekosistem…

3 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Haji Inklusif, Standar Layanan Disabilitas Dimatangkan untuk Haji 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat penyelenggaraan haji yang inklusif bagi penyandang…

3 jam yang lalu

Sekjen Kemnaker: Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menegaskan bahwa pejabat fungsional di…

3 jam yang lalu

Lagi, Dosen UIN Jakarta Suami-Istri Raih Jabatan Guru Besar

MONITOR, Tangerang Selatan - Bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif…

12 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola ASN Berbasis Digital

MONITOR, Bogor - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi meluncurkan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)…

17 jam yang lalu