Sopir Truk Akui Tol Trans Jawa Lebih Nyaman dan Hemat Waktu Perjalanan

1004
Salah satu sopir truk bernama Iwan yang ditemui di rest area KM 19 Tol Cikampek (Foto: monitor)

MONITOR, Bekasi – Menghemat waktu tempuh, memperlancar pengeriman logistik. Demikian setidaknya opini para pengguna Jalan Tol Trans Jawa yang berhasil dirangkum, terutama bagi supir truk yang memang kesehariannya melintasi jalur yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya tersebut.

Iwan (38) misalnya, pria yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut mengaku gembira dengan keberadaan Tol Trans Jawa, tak lain lantaran waktu tempuh pekerjaannya menjadi lebih cepat dibanding melintasi jalur biasa.

“Bagus, meringankan beban sopir,” kata Iwan saat dijumpai di Rest Area KM 19 Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/1). Selain itu ia juga berharap agar perusahaan tempatnya bekerja dapat menambah uang jalan agar dapat selalu melintasi Tol Trans Jawa.

“Kalau uang jalan yang diberikan oleh pihak perusahaan, saya mau. Karena lumayan menghemat waktu. Lebih enak ketimbang lewat pinggir atau jalur biasa,” tuturnya.

Ya, kendala biya mungkin masih mengganjal bagi sebagian sopir truk. Namun, dibalik harga yang dibayar, ada keuntungan berlebih yang didapatkan. Hal itu diungkapkan oleh Boniran (50), pria yang biasa mengantar logistik dari Surabaya ke Bekasi tersebut mengaku keberadaan Tol Trans Jawa adalah hal yang baik bagi pengemudi truk.

“Tol itu jelas bagus terlebih untuk truk, kemacetan berkurang, waktu lebih cepat. Meski tol itu mahal, tetap lebih cepat dan efektif,” ujar Boniran di lokasi yang sama.

Lain lagi dengan Adi (35), jika dua sopir sebelumnya bicara soal kecepatan, Adi lebih memperhatikan kenyamanan. Menurutnya, Tol Trans Jawa menambahkan opsi bagi pengemudi truk terkait kenyamanan. Pasalnya, mengemudi sepanjang hari ditambah bobot kendaraan yang begitu berat, membuat pengemudi perlu memiliki opsi jalan yang memudahkan para pengemudi dalam mengemudikan kendaraannya.

Dibalik nyamannya berkendara di sepanjang jalur Tol Trans Jawa, Adi menyayangkan beberapa kekurangan yang ada di jalur tersbut. Pria yang murah senyum itu mengeluhkan kurangnya tempat peristirahatan bagi pengemudi truk, atau rest area. Padahal, kata dia, dengan panjangnya perjalanan yang ditempuh para pengemudi truk, ia dan rekan-rekannya sangat membutuhkan tempat peristirahatan yang cukup untuk sekedar beristirahat, mengisi bahan bakar atau melakukan perawatan ringan terhadap truknya.

“Padahal ini kan alternatif buat kenyamanan dan enak, mudah bawa mobil bagi sopir,” tutur Adi.

Sekedar informasi, Tol Trans Jawa resmi beroperasi dari
Merak hingga Pasuruan sejak 20 Desember 2018 lalu, peresmiannya ditandai dengan diresmikannya ruas tol Grati-Pasuruan oleh Presiden Joko Widodo. Dengan begitu, mulai 2015 hingga 2018 lalu telah diselesaikan secara keseluruhan pembangunan 616 km jalan tol.

Ruas tol Trans Jawa yang nantinya membentang dari Merak hingga Banyuwangi sepanjang 1.150 km, dari panjang tersebut, 933 km telah tersambung dari Merak hingga Grati-Pasuruan.