MONITOR, Palu – Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Sulawesi Tengah mengadakan diskusi Publik menyoal kesiapan Provinsi Sulawesi Tengah pasca bencana gempabumi dan tsunami yang menerjang kota Palu dan Sekitarnya pada Oktober 2018 silam.
Ketua Umum LS-ADI Fahriyanto mengatakan, bencana yang menerjang beberapa wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) mengakibatkan terjadi perubahan jumlah penduduk sehingga merubah data demografi terutama di wilayah terdampak.
“Bagaimana tidak, terdapat ribuan korban jiwa, korban berstatus hilang, ditambah penduduk Sulteng yang keluar daerah, telah merubah data demografi terkhusus di Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong (Parimo) dan area lain yang tetkena dampak bencana,” katanya saat menggelar diskusi bersama Ketua KPU, Bawaslu, dan Dinas Dukcapil Sulteng di Kota Palu, Selasa (29/1/2019).
Menurut Fahriyanto, jika penyajian data penduduk Sulteng terlebih Daftar Pemilih Tetap(DPT) tidak memberikan validitas, maka hal tersebut bisa berpotensi dimanfaatkan oknum yang melakukan kecurangan pada Pemilu mendatang.
“Apabila sampai pelaksanaan Pemilu, belum ada kepastian terhadap data orang meninggal, hilang dan keluar dari Sulteng, ini ada kemungkinan akan dilakukan manipulasi oleh orang-orang tertentu,” tegasnya.
MONITOR, Lumajang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian…
MONITOR, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian dan daya saing Usaha…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan…
MONITOR, Tapanuli Tengah - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengoptimalkan Klinik UMKM Bangkit…