PARLEMEN

Anang Hermansyah: Komisioner Baru LMKN Harus Bekerja Cepat

MONITOR, Jakarta – Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), hari ini Selasa (29/1), dilantik. Lembaga ini diharapkan segera bekerja cepat untuk melaksanakan amanat UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan, pelantikan sembilan komisioner LMKN periode 2019-2024 menjadi langkah positif untuk menjalankan UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta secara cepat.

“Hampir satu tahun lamanya LMKN diisi oleh komisioner yang sifatnya pelaksana tugas. Saat ini telah ada komisioner LMKN yang definitif, harus ada percepatan dan askelerasi kerja,” harap Anang di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (29/1).

Menteri Hukum dan HAM Yassona H Laoly melalui Keputusan Menkumham No M.HH.-01.KI.01.08 Tahun 2019 tertanggal 28 Januari 2019 menetapkan sembilan komisioner LMKN yakni Yurod Saleh, James F. Sundah, Rapin Mudiardjo Kawiradji, Rien Uthami Dewi, Irfan Aulia, Ebiet G. Ade, Yessi Kurniawan dan Adi Adrian.

Anang menyebutkan komisioner LMKN harus bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum dituntaskan oleh komisioner LMKN sebelumnya. Ia mencatat, sejumlah pekerjaan krusial yang hingga saat ini belum dituntaskan oleh LMKN periode sebelumnya.

“Pertama soal penegakan UU Hak Cipta, LMKN periode 2019-2024 harus melakukan langkah besar sebagai wujud pelaksanaan UU No 28 Tahun 2014,” ujar Anang.

Menurut dia, persoalan royalti hak cipta maupun hak terkait harus ditegakkan sebagaimana amanat UU No 28 Tahun 2014 beserta aturan turunannya. LMKN, kata Anang, harus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penegakan hak cipta berjalan sesuai jalur hukum.

“LMKN tidak bisa jalan sendiri, harus melakukan kerja kolaborasi dengan berbagai stakeholder,” saran Anang.

Masalah lainnya, musisi asal Jember ini menyebutkan pendataan anggota Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang hingga saat ini masih belum rapi. Ia mengusulkan agar dilakukan pendataan ulang LMK yang berkonsekwensi pada pencatatan lagu. “Pendataan LMK harus diikuti dengan pendataan lagu-lagu yang ditempatkan dalam big data yang memuat direktori lagu-lagu,” kata Anang.

Anang juga meminta LMKN lebih gencar melakukan sosialisasi di komunitas-komunitas dan masyarakat luas atas keberadaan LMKN. Tidak hanya itu, Anang juga mendorong LMKN melakukan sosialisasi di pemeerintah daerah (Pemda).

“Kepala daerah harus mendapatkan pemahaman yang komprehensif soal hak cipta ini. Keberaaan rumah karaoke, hotel, restoran di berbagai kota di daerah-daerah harus dipastikan taat pada UU No 28/2014,” tandas Anang.

Recent Posts

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

7 menit yang lalu

Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan

MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…

14 menit yang lalu

Indonesia Raih Medali 9 Emas di 8 Th Asian Taekwondo Indonesia Championship 2026

MONITOR, Jakarta - Tuan rumah tampil memukau di 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026.…

3 jam yang lalu

Pendis Siapkan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab MI-MA, Bisa Diunduh Gratis di Website Kemenag

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama telah menyiapkan 90 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa…

4 jam yang lalu

SETARA Institute: Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menegaskan pembentukan Tim Preventive Strike oleh…

9 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Lindungi Peternak Rakyat, Tunda Kenaikan Harga Pakan dan Dorong Harga Telur Menuju HAP

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat melindungi peternak ayam petelur di tengah harga…

9 jam yang lalu