SUMATERA

Dafryan Anggara Perjuangkan Kebijakan Bank Sampah di Bandar Lampung

MONITOR, Bandar Lampung – Sebagai kota besar yang laju pertumbuhan penduduk terus meningkat setiap tahunnya Bandar Lampung harus terus berbenah dengan beragam persoalan yang muncul karena ketidak merataan penduduk tersebut. Salah satunya mengenai pengelolaan sampah.

Sampai awal tahun 2019 Bandar Lampung belum mempunyai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan bahwa tempat pemrosesan akhir (TPA) menggunakan sistem lahan urug saniter (sanitary landfill) atau sekurang-kurangnya sistem lahan urug terkendali (controlled landfill).

Merespon hal tersebut, Tokoh Muda Bandar Lampung, Dafryan Anggara berharap segera mempercepat persiapan TPA Bakung yang sudah direncakan. TPA Bakung pada rencananya dipersiapkan untuk menjadi tempat proses akhir sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang. Karena harus diakui perosalan sampah menjadi masalah kronis di Bandar Lampung yang harus segera ditangani.

“Harus diakui pengelolan sampah jadi perosalan akut di Bandar Lampung. Penyelesaiannya harus berjangka, tidak bisa sekali jalan. Meskipun begitu percepatan penggunaan TPA Bakung harus segera direalisasikan karena hal tersebut adalah amanat Undang-Undang. Disamping itu perlu ada langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah,” jelas Dafryan Anggara saat dimintai komentar di Bandar Lampung, Rabu (16/1/2019).

Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Bandar Lampung Dapil II tersebut kedepan akan menginisiasikan kebijakan bank sampah di Bandar Lampung. Bank sampah adalah program yang mengajak masyarakat untuk memilah sampah organik dan non-organik untuk ditukarkan menggunakan uang pada bank-bank sampah.

“Program bank sampah sudah dilaksanakan dibeberapa provinsi di Indonesia, kedepan akan dijadikan langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan pengolahan sampah di Bandar Lampung,” tegasnya.

Recent Posts

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

7 jam yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

10 jam yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

13 jam yang lalu

Alih Generasi dan Tantangan Sensus Pertanian, HKTI Lumajang Dorong Transformasi Smart Farming

MONITOR, Lumajang - Penurunan jumlah usaha pertanian di Kabupaten Lumajang dalam beberapa tahun terakhir menjadi…

15 jam yang lalu

Dokter Lulusan UIN Wajib Jadikan Profesi sebagai Jalan Pengabdian

MONITOR, Ciputat — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa profesi…

16 jam yang lalu

Kemnaker Mulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, Diikuti 12.128 Peserta

MONITOR, Banten – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun…

1 hari yang lalu