PERISTIWA

Bikin Aksi Buang Cabai di Jalan, Petani Demak Minta Maaf

MONITOR, Demak – Petani cabai Desa Jeruk Gulung Kecamatan Dempet Kabupaten Demak meminta maaf kepada pemerintah khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) atas aksi membuang cabai di jalan yang digelar beberapa hari lalu. Bahkan petani pun kini menolak pernyataan yang menyebutkan adanya impor cabai karena pada kenyataannya tidak ada impor cabai segar sejak 2016.

“Kami mohon maaf kepada Pemerintah dan seluruh ummat, atas insiden kejadian kemarin, saat di antara kami khilaf membuang cabai di jalan. Sungguh kejadian tersebut karena spontanitas, dan kami menyadari perbuatan tersebut tidak etis dan justru membuat kami menjadi malu,” demikian disampaikan Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Sugiyono yang mewakili petani cabai Desa Jerukgulung Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Sugiyono menyampaikan hal tersebut secara resmi melalui Pernyataan Petani Cabai Kabupaten Demak, Minggu (13/1).

“Kami memohon maaf juga, meralat dan koreksi, kemarin ada pernyataan ada impor padahal sebenarnya sejak 2016 sampai sekarang tidak ada impor cabai segar,” sambung dia.

Padahal, tegas Sugiyono, perhatian dan bantuan pemerintah pusat melalui Kementan untuk petani cabai sangat luar biasa. Menteri Pertanian Andi Amran begitu sigap membantu menyelesaikan masalah di lapangan dengan tuntas dan sangat cepat.

Sugiyono mengungkapkan Menteri Amran telah memberikan bantuan sesuai usulan dan permohonan dari petani. Berbagai bantuan dan fasilitas kemitraan, juga jaminan pasar.

“Sesuai usulan dan permohonan kami, malam ini kami sudah difasilitasi kemitraan pemasaran dengan TTI (Toko Tani Indonesia – red) dan PT. Indofood CBP, juga diserap untuk industri sambal sehingga akan meningkatkan pendapatan kami dan membantu stabilnya harga,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tambah Sugiyono, petani juga berterimakasih karena Cabai Merah Keriting dari petani Desa Jerukgulung Kecamatan Dempet sudah dibeli dengan harga Rp18.000 per kilogram.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Andi Amran, Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Demak. Sungguh diluar dugaan kami sebelumnya,” pintanya.

Oleh karena itu, Sugiyono atas nama petani cabai Demak berjanji tidak mengulangi lagi dan akan lebih banyak melakukan diskusi dan dialog untuk mencari solusi seperti ini. Selain itu, akan mengikuti anjuran manajemen tanam dari pemerintah, meningkatkan efisiensi biaya, meningkatkan kualitas hasil.

“Selain itu juga, kami sudah menandatangani MoU bermitra dengan TTI dan PT Indo Food CBP serta akan menjual melalui pasar lelang cabai sebagaimana telah dilakukan di daerah sentra lain seperti Sleman, Kulonprogo, Magelang dan lainnya,” sebutnya.

Dengan cara itu, sambung Sugiono, petani bisa memperoleh harga tertinggi dari penawar yang ada, menerima uang secara tunai dan harga bisa sama standar dalam satu wilayah. Selanjutnya petani akan terus berkomitmen memajukan pangan dan pertanian sebagai ladang hidup.

“Sekali lagi kami mengaku sangat malu dan mohon maaf yang sebesar besarnya atas kejadian ini. Semoga ke depan menjadi lebih baik,” akuinya.

“Untuk itu, kami meminta agar seluruh video dan berita tidak benar yang sudah beredar di media agar dihapus dan diralat,” pinta Sugiyono.

Perlu diketahui, Sugiyono bersama petani cabai lainnya menggelar aksi buang puluhan kilogram cabai merah, di Jalan Raya Demak-Purwodadi pada hari Jumat sore (11/1).

Berikut pernyataan lengkapnya:

Recent Posts

Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mempersiapkan lima program untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren.…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Optimalkan Preservasi Jalan Tol untuk Jaga Keandalan dan Kelancaran Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance…

2 hari yang lalu

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan persyaratan dan mekanisme pendaftaran program pelatihan vokasi bagi…

2 hari yang lalu

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

MONITOR, Jakarta - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

2 hari yang lalu

Menhaj Buka Expo UMKM di Yogyakarta, Dorong Produk Lokal Masuk Rantai Pasok Haji

MONITOR, Yogyakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong produk unggulan daerah masuk ke rantai…

2 hari yang lalu

Ketua IDI Lebak: Psikosomatik Bukan Sakit Pura-Pura, Stres Bisa Picu Keluhan Fisik

MONITOR, Lebak — Tekanan pikiran dan persoalan emosional tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis, tetapi juga dapat…

2 hari yang lalu