SUMATERA

Riny Fitrianti Dorong Optimalisasi Kebijakan untuk Nelayan

MONITOR, Bintan – Nelayan di kawasan Asia Tenggara termasuk pekerjaan berisiko tinggi menjadi korban perdagangan manusia, eksploitasi tenaga kerja, dan perbudakan. Karena itu, Indonesia berkomitmen melindungi hak asasi manusia (HAM) nelayan, secara legal maupun dalam praktik di lapangan.

Sebagai upaya menjamin HAM untuk nelayan, setiap tanggal 13 Januari diperingati Hari HAM Nelayan dan Masyarakat Sipil. Berdasarkan data Menko Kemaritiman, saat ini setidaknya terdapat 850.000 TKI yang bekerja di industri pelayaran, di mana 50 persen di antaranya termasuk nelayan. Sebagai provinsi kepulauan yang berbatasan langsung dengan dunia internasional, Kepualauan Riau (Kepri) punya peran strategis untuk mencegah pelanggaran HAM bagi para nelayan.

Hal tersebut menjadi salah satu ikhtiar perjuangan Riny Fitrianti, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Kepri Partai Nasdem untuk mengoptimalkan kebijakan-kebijakan penjaminan hak-hak pelaut. Hari HAM Nelayan dan Masyarakat Sipil harus dimaknai sebagai evaluasi dan optimalisasi penegakan hukum, baik yang bersifat pencegahan maupun penyelesaian masalahnya.

“Kepri punya peran besar sebagai wilayah perbatasan untuk mencegah perdagangan manusia, eksploitasi tenaga kerja di bidang perikanan. Secara aturan Indonesia seperti Peraturan Menteri (Permen) No.42/Permen-KP/2016 tentang Perjanjian Kerja Laut bagi Awak Kapal Perikanan. Menurut Permen ini, pelaku industri harus memastikan jam kerja maksimal kerja di laut adalah delapan jam, memastikan usia pekerja minimal 18 tahun, dan menjamin asuransi untuk semua pekerja. Optimalisasi penerapan aturan tersebut menjadi pekerjaan rumah kedepan,” tutur Riny Fitrianti saat dimintai komentar di Bintan, Sabtu (12/1/2019).

Tokoh perempuan Kepri tersebut menambahkan sebagai negara maritim seharusnya Indonesia mempunyai kebijakan-kebijakan mengenai profesi-profesi kelautan, terutama nelayan yang paling rentan dilanggar haknya. Kedepan mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang menyangkut kesejateraan dan jaminan untuk para nelayan menjadi penting. “Mendorong kebijakan-kebijakan setingkat Undang-Undang yang menjamin hak-hak pekerja kelauatan menjadi ikhtiar kita bersama, sebagai negara dengan garis pantai terpanjang dan pulau terbanyak hal tersebut sangat penting,” tutup putri mantan Gubernur Kepri (alm) Muhammad Sani.

Recent Posts

Menag Targetkan 42 Ribu ASN Ikut Program E-Learning Antikorupsi

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas…

42 menit yang lalu

Kemenag Dukung Penuh PP TUNAS, Siapkan Strategi Literasi Digital bagi 13 Juta Siswa dan Santri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mendukung implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025…

57 menit yang lalu

Cek Harga Bapok di Kramat Jati, Daging Sapi Rp140 Ribu, Cabai Rp45 Ribu

MONITOR, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup  (LH) Hanif Faisol Nurofiq…

6 jam yang lalu

Wamenag Tegaskan Pesantren Benteng Kerukunan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menegaskan bahwa pesantren memiliki peran…

8 jam yang lalu

DPR: Biaya Haji 2026 Berpotensi Berubah akibat Penyesuaian Rute

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah…

10 jam yang lalu

Menag Minta Baznas 2026-2031 Lipat Gandakan Zakat Jadi 3 Kali Lipat

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto kepada…

11 jam yang lalu