Miliki Segudang Kelebihan, Jonan Resmikan Jargas Kota Pasuruan

1010
Menteri ESDM Ignasius Jonan meninjau TBBM Semarang

MONITOR, Probolinggo – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan meresmikan Jaringan Gas Bumi Untuk Rumahtangga (Jargas) di Kota Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (8/1).

Dalam kesempatan tersebut Jonan mengatakan, program Jargas tersebut merupakan wujud keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat dengan mengalok

asikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kegiatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama lapisan menengah ke bawah.

“Pembangunan jaringan gas kota (Jargas) merupakan salah satu wujud pemanfaatan dana APBN untuk kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Jonan di Pasuruan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, produksi gas bumi nasional cukup besar sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk penggunaan dalam negeri dan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

“Masyarakat akan merasakan manfaat besar penggunaan gas bumi ini karena lebih efisien, mudah, murah, praktis dan mengalir 24 jam penuh tanpa takut kehabisan dan tidak perlu repot angkat tabung,” kata Jonan.

Untuk informasi, pada 2018 lalu, Pemerintah dengan dana APBN membangun 89.906 sembungan rumah (SR) dan untuk Kota Pasuruan telah dibangun 6.314 SR melalui penugasan kepada PT PGN.

Pembangunan Jargas di Provinsi Jawa Timur cukup pesat, hal itu juga didukung oleh ketersediaan sumber gas di sekitar Provinsi tersebut, selain itu, dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah juga kian memudahkan pembangunan Jargas di Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengungkapkan, penambahan infrastruktur distribusi gas tersebut merupakan upaya bersama untuk menciptakan ketahanan energi nasional. Tak hanya oitu, lanjutnya, lewat pembangunan Jargas tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional.

Ilustrasi pemasangan Jargas

Sedikitnya, Jargas Kota Pasuruan sendiri akan melayani sebanyak 6.314 rumah tangga yang tersebar di beberapa kecamatan. “Penggunaan gas untuk rumah tangga akan lebih efisien, sehingga secara jangka panjang akan menguatkan daya beli masyarakat,” tambah Gigih.

Untuk diketahui, Jaringan gas bumi untuk rumah tangga ini memiliki banyak keunggulan. Gas yang dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah tangga merupakan gas alam (Natural Gas) yang sangat bersih. Jargas ini jauh lebih aman karena tekanan jargas lebih rendah dari tekanan LPG. Artinya, apabila ada kebocoran, gas langsung naik ke atas ke udara bebas.

Keunggulan lain adalah dapat dilakukan penghematan baik dari sisi konsumen maupun Pemerintah. Penggunaan Jargas dapat mengurangi biaya rumah tangga sekitar Rp 90 ribu per bulan per keluarga. Jargas juga lebih praktis, bersih, murah, mengalir 24 jam, dan aman dibandingkan tabung LPG 3 kg. Selain itu, program jargas juga akan menghemat subsidi LPG 3 kg dalam APBN.