Jokowi Akui Warga Banyak Keluhkan Sengketa Wakaf Tanah

Jokowi saat membagikan sertifikat tanah

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan permasalahan tanah wakaf tidak lepas dari sengketa khususnya setelah pemberi wakaf meninggal dunia, dan tanah yang diwakafkan tidak segera diurus sertifikatnya.

“Dulunya enggak ada masalah tapi belum pegang sertifikat, enggak ada masalah. Tetapi begitu tanah yang ada di situ harganya satu meternya Rp120 juta, karena harga tanah sudah Rp120 juta ahli waris mulai ngutik-ngutik. Nah masalah, enggak pegang sertifikat,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan 213 sertifikat tanah wakaf di Masjid Ar-Rahman, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Jumat (4/1) kemarin.

Jokowi mengatakan, di tempat lain pun juga sama. Dulunya ahli waris enggak ada masalah, karena orang tuanya masih hidup, masih kaya. Nah begitu orang tuanya tidak ada, ekonominya turun, dimasalahkan.

“Banyak seperti itu. Saya itu dipikir kalau masuk ke desa, pergi ke kampung itu hanya jalan-jalan, diam-diam? Mendengarkan saya, mendengar. Keluhan mendengar, usulan saya dengar,” ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyerahkan sebanyak 213 sertifikat untuk masjid, pondok, dan musala.

Menurutnya, kalau sudah pegang yang namanya sertifikat sudah, di situ tertera jelas itu tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki. Jelas tertera di situ nama siapa jelas, luas jelas, desanya di mana jelas, kelurahannya di mana jelas, sudah.

“Mau ngutak-atik dari mana? Sudah tanah wakaf, sudah diwakafkan,” ucapnya.