Jelang Pergantian Tahun, MUI Ajak Masyarakat Perbanyak Doa

1004
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi (dok: Rmol)

MONITOR, Jakarta – Perayaan tahun baru 2019 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hari ini, sejumlah kepala daerah menginstruksikan kepada masyarakatnya agar mengisi momentum tahun baru dengan kegiatan positif dan bersifat agamis, dibandingkan merayakannya dengan menyalakan petasan maupun terompet.

Imbauan ini juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Belakangan, Waketum MUI Zainut Tauhid Saadi mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menyambut Tahun Baru 2019 dengan semangat kesederhanaan, menjauhkan diri dari sikap boros, berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan yang mubazir.

“Mari kita jadikan Tahun Baru 2019 sebagai tahun kepedulian sosial untuk menggalang solidaritas nasional dalam rangka meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah khususnya di Lombok Nusa Tenggara Barat, Palu dan Donggala Sulawesi Tengah serta di Banten,” ujar Zainut, kepada MONITOR, Senin (31/12).

Di pergantian tahun nanti, MUI mengajak masyarakat untuk memperbanyak berdoa, berzikir dan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT, khususnya berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara dari berbagai musibah dan ancaman bencana yang akhir-akhir ini sering menimpa bangsa Indonesia.

“Hal tersebut sebagai bentuk refleksi dari nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang dan kepedulian antarsesama. Sehingga bangsa dan negara Indonesia menjadi negara yang aman dan diselamatkan dari berbagai macam ujian, fitnah, dan cobaan,” terangnya.