Kapolri: KKB Caper!

1006
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

MONITOR, Jakarta – Aksi yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beberapa waktu terakhir membuat mendapat kecaman dari masyarakat Indonesia.

Terakhir, aksi kejinya membantai 31 pekerja proyek jembatan Transpapua membuat gempar masyarakat dan berujung pada tindakan tegas aparat keamanan. Petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri memburu kelompok tersebut.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menilai apa yang dilakukan hanya bertujuan mencari perhatian nasional maupun internasional. Hal ini cukup beralasan, lantaran Tito sebagai orang yang sudah mengenal wilayah Papua dan pernah menjabat sebagai Kapolda Papua.

“Tujuan akhirnya apa? Tidak lain adalah dialog, syukur-syukur bagi mereka melibatkan pihak ketiga,” kata Tito dalam paparanya di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis 27 Desember 2018.

Dengan begitu, lanjut Tito, publik melalui media diharapkan jangan mengikuti gendang tarian KKB, yang memang bertujuan untuk meraih simpati masyarakat baik lokal maupun internasional. “Mereka itu akan mengeksploitasi masalah apapun,” ujarnya.

Jenderal kelahiran Palembang 54 tahun silam ini berpandangan, bahwa sebetulnya akar persoalan di Papua adalah kesejahteraan. Hal itu sangat terlihat ketika Manokwari, Papua Barat bisa lebih kondusif dibanding daerah lainya di Papua.

“Padahal benih dan awalnya muncul gerakan separatis itu di daerah Kepala Burung (Manokwari, Papua Barat), makanya mereka (KKB) berada di gunung-gunung itu terisolasi,” urai Tito.

Sebab itulah, sambung Tito, Presiden Joko Widodo bersikeras untuk membangun Trans Papua sehingga alur logistik maupun akses ke daerah-daerah yang terisolir dapat terjangkau.