Suara Dentuman Misterius Resahkan Masyarakat

1004
gambar ilustrasi, tak terkait dengan isi berita

MONITOR, Jakarta – Pasca terjadinya tsunami di Selat Sunda, kini masyarakat diresahkan dengan munculnya kabar soal suara dentuman misterius yang tak diketahui asalnya.

Kesaksian pertama muncul di Sukabumi dan Cianjur Jawa Barat. Kesaksian kedua muncul dari Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan. Entah dari mana asal suara itu. Pertanyaan soal dentuman di Jawa Barat sempat mendapatkan jawaban namun bantahan segera menyusul. Ada juga dentuman yang terdengar warga di Sumatera Selatan.

Perbincangan tentang dentuman di Jawa Barat mengemuka di media sosial. Seorang anggota DPRD Cianjur Komisi IV bernama E Deni Nuryadi mengaku mendengar dentuman itu pada Selasa dini hari 25 Desember 2018. “Suara dentuman beberapa kali, jam 01.00 WIB kemudian jam 02.00 WIB suaranya mirip ledakan bom menggelegar tapi tidak sampai membuat dinding rumah bergetar,” kata Deni.

Dia mendapat kabar, sumber suara itu berasal dari latihan militer TNI di daerah Rancabali, Kabupaten Bandung. Namun ternyata, suara itu terdengar pula di daerah Sukabumi.

Dari pantauan MONITOR di sejumlah grup media sosial, beberapa warganet di Sukabumi mengaku mendengar dentuman tersebut. Mereka tinggal di daerah Cibereum, Pangleseran dan Nyalindung.

Di Sumatera Selatan, ada penduduk yang mengaku merasakan dentuman itu sekitar lima hingga enam kali dalam semalam.
Sementara itu, polisi tidak tahu dari mana sumber suara itu. Kapolres Ogan Komering Ulu Timur AKBP Erlintang Jaya, mengaku tak mendengar suara misterius itu. Pihaknya juga tak menerima laporan terkait kejadian itu. “Nanti saya cari informasinya dulu, tapi memang sejauh ini belum ada kabar itu sampai ke kita,” kata Erlintang.

entuman yang terdengar di Cianjur, Sukabumi, hingga Garut dinyatakan TNI merupakan suara ujicoba peluncuran roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Masyarakat diimbau untuk tak resah dengan dentuman itu.

“Sudah kami kroscek, bahwa ada peluncuran uji roket di Stasiun Lapan di Pameungpeuk, Garut tanggal 23 sampai 27 Desember 2018,” ujar Kapendam 3 Siliwangi Kolonel Arh Hasto Respatyo.

Namun, LAPAN sendiri membantah bahwa roketnya lah yang menyebabkan dentuman itu. Suara roket LAPAN tak akan menimbulkan dentuman, namun desis. Jadi, tak ada kaitan antara dentuman dan roket LAPAN.

“Enggak ada kaitannya. Peluncuran roket kami pagi hari pukul 06.00 WIB hinggal pukul 08.00 WIB,” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat dihubungi via telepon genggam.

Dia menduga dentuman yang terdengar warga merupakan fenomena lokal. Hal itu bisa dilihat dari dentuman tiap daerah yang berbeda waktunya. Menurutnya suara itu bisa saja berasal dari suara petir atau benda yang meledak.

“Dugaan saya suara petir atau apapun itu yang terjadi di wilayah masing-masing, fenomena lokal. Ban meledak juga kan suaranya begitu (dentuman),” ungkap dia.

Biasanya, setiap getaran bumi terekam oleh sensor Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun mereka sendiri tak mendeteksi getaran yang berkaitan dengan dentuman itu.

“Karena besarannya juga itu kan kecil ya, jadi tidak terdeteksi begitu kalau soal dentuman seperti itu,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly di Kantornya, Jl Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat. BMKG masih akan mengecek perihal dentuman misterius itu. “Kita mesti cek lagi,” kata Sadly.