Kronologi Penembakan Sadis Letkol Dono Kuspriyanto

1007
Oknum TNI AU terduga penembak Letkol CPM Dono Kuspriyanto

MONITOR, Jakarta – Penembakan yang menewaskan Letkol CPM Dono Kuspriyanto di Jatinegara Jakarta Timur, Selasa malam (25/12) akhirnya terungkap. Pelaku diduga berasal dari kesatuan TNI Angkatan Udara (AU). Oknum AU tersebut bernama Jhoni Risdianto dari kesatuan Puspomau.

Petugas gabungan Pomdam Jaya, Satpomau dan Polres Jaktim mengamankan pelaku di daerah Cililitan sekitar pukul 04.45 WIB. Pelaku ditangkap berdasarkan hasil pengembangan Spm Yamaha Nmax Nopol 4619 TSA yang diduga milik pelaku dan ditinggal di TKP.

Motifnya diduga karena senggolan atau serempetan antara kendaraan korban dan pelaku. Berikut Kronologi penembakan terhadap korban:

Pada hari Selasa Tgl 25 Des 2018 sekira Pukul 22.30 WIB, diduga terjadi serempetan kendaraan antara sepeda motor Nmax B 4619 TSA diduga pelaku, dengan mobil Dinas TNI Toyota Kijang 2334-34 yang dikendarai korban Letkol Cpm. Dono Kuspriyanto disekitar Jalan Jatinegara (berdasarkan kesaksian saksi).Karena mobil korban tidak mau berhenti, pelaku mengejar dan langsung menembak dari arah belakang mobil, namun korban tetap melajukan kendaraannya.

Pelaku mengejar dan berhasil mendahului kendaraan korban kemudian langsung menghadang di depan mobil korban dan terjadi percekcokan. Pelaku kemudian menembak korban dari arah depan. Sesaat setelah kejadian, pelaku sempat mengatur lalu lintas dan kemudian pelaku menghilang diantara kerumunan massa.

Pukul 22.45 WIB, berdasarkan laporan Satreskrim Polres Jaktim dilakukan pengecekan TKP, dan ditemukan seorang laki-laki telah meninggal dunia di dalam mobil dinas TNI AD jenis toyota kijang warna hijau dengan Nomor 2334-34. Saat dilakukan pengecekan kendaraan masih dalam keadaan menyala sedangkan korban dalam keadaan sudah meninggal dunia, dengan posisi pengemudi. Korban mengalami luka di bagian pipi sebelah kiri dan punggung (akibat luka tembak senjata api) sedangkan mobil yang di kendarai korban terdapat 4 lubang bekas tembakan yang berada di bagian kaca belakang (2 lubang) dan kaca bagian depan (2 lubang).

Pukul 23.00 WIB, dilakukan penutupan arus lalin dari arah Kp. Melayu menuju Matraman, dan kendaran dialihkan dari Halte Santa maria melalui Jalan. Jatinegara Timur (lewat depan Polres Jaktim) belok kanan menuju Matraman.

Pukul 23.30 WIB dilakukan olah TKP oleh Gabungan Sat Reskrim PMJ, Polres Metro Jaktim dan Pomdam Jaya.

Pada hari Rabu tgl 26 Des 2018 sekira pukul 04.25 petugas gabungan Pomdam Jaya, Satpomau dan Polres Jaktim mengamankan Pelaku didaerah Cililitan berdasarkan hasil pengembangan sepeda motor Yamaha Nmax Nopol 4619 TSA yang diduga milik pelaku yang di tinggal di TKP.

Sementara itu dari angkatan udara menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Letkol CPM Dono Kuspriyanto setelah peluru bersarang di pelipis dan punggung akibat ditembak oleh anggota TNI AU kesatuan Puspomau, Serda JR, di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12) malam. TNI AU jamin semua biaya pemakaman korban hingga tuntas.

“Saya menyampaikan belasungkawa dan dukacita, Kasat AU, atas meninggalnya Letkol CPM Dono tadi malam. TNI AU akan menanggung semua biaya pemakaman dan akan menyediakan fasilitas sampai pemakaman selesai. Pimpinan TNI AU menyesalkan kejadian ini berharap tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini,” kata Kasubdispenum AU Letkol (Sus) Muhammad Yuris di Kodam Jaya, Rabu (26/12).

Berdasarkan barang bukti dan keterangan pelaku serta saksi, dia membenarkan bahwa pelaku penembakan adalah Serda JR. Namun demikian, dia berharap tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Saya juga ingin menyampaikan sambil menunggu proses penyidikan tersangka Serda JR sudah ditahan di tahanan Pangkalan TNI Lanud Halim Perdana Kusuma untuk mendapatkan proses penyidikan oleh POM AU,” ucap dia.

Dalam penanganan kasus ini, TNI AU berjanji akan melakukan penyelidikan secara transparan dan berdasarkan peradilan militer yang berlaku.

“Kita harus mengedapankan asas praduga tak bersalah hingga proses persidangan. TNI Angkatan Udara dalam menyikapi insiden ini akan transparan dalam proses hukum sampai selesai prosesnya,” tegas Letkol Yuris.

Peristiwa sendiri terjadi pada Selasa (25/12) malam sekitar pukul 22.30 di sekitar Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Dugaan sementara, pemicu karena kendaraan dinas TNI Toyota Kijang 2334-34 yang dikendarai Letkol CPM Dono bersenggolan dengan motor Nmax B 4619 TSA yang dikendarai pelaku.

Meski ditembak dua kali dari belakang, korban tetap menjalankan kendaraan dan terus dikejar oleh pelaku. Karena kondisi jalanan padat korban tidak bisa melaju kencang sehingga pelaku kembali menembak dari arah depan. Korban meninggal di tempat setelah peluru bersarang di pelipis dan punggung.