MEGAPOLITAN

Sidak DPRD jadi Sorotan, Pengamat: Cari Popularitas Jelang Pileg

MONITOR, Jakarta – Kegiatan sidak yang belakangan sering dilakukan sejumlah Wakil Rakyat Jakarta mendapat sorotan negatif. Diantaranya kegiatan sidak yang dilakukan para politisi Kebon Sirih ke pembangunan pusat kuliner di Karang Indah, Pluit, Jakarta Utara dinilai tidak pro rakyat.

“Itu tindakan kurang kerjaan, kasihan justru masyarakatnya, dimanfaatin untuk cari popularitas jelang Pileg 2019,” ujar Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Syaiful Jihad, kepada MONITOR (12/12).

Syaiful juga mengatakan, jika pembangunan kuliner tersebut sudah sesuai aturan dan prosedur, dewan jangan malah menghambat penataan Kali Karang.

“Pembangunan itu kan sudah sesuai prosedur dan berdampak positif kepada warga sekitar, kok dewan malah melawan kehendak rakyat,” ujarnya.

Syaiful menegaskan, karakter dewan yang seperti ini sangat tidak terpuji dan tidak layak untuk dipilih kembali.

“Kasihan gubernur dan masyarakat jika setiap pembangunan selalu dihalang-halangi segelintir oknum dewan untuk maksud-maksud tertentu,” imbuhnya.

Selebihnya Syaiful menilai, sidak yang dilakukan oleh segelintir DPRD DKI Jakarta ke pembangunan pusat kuliner di Karang Indah, Pluit, Jakarta Utara hanya menghabiskan energi, waktu dan uang.

“Sebaiknya kalau sidak, mestinya para anggota dewan yang terhormat itu bisa memilah dan memilih, mana yang bermasalah dan mana yang tidak, jangan pembangunan yang dikehendaki rakyat dan sesuai aturan yang dihalang-halangi,” tandasnya.

Sementara itu camat Penjaringan Mohammad Andri mengatakan, penataan bantaran Kali Karang sudah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) untuk memanfaatkan sekitar 11 persen area lahan sebagai fasilitas ruang interaktif warga, sarana olah raga (jogging track), perparkiran dan pusat kuliner. Proses perizinan dilaksanakan sesuai aturan melalui PTSP tingkat provinsi.

“Jadi di area kulinernya itu juga akan menampung pedagang kecil mandiri (PKM) binaan Suku Dinas KUKMP. Dan UKM serta PKL,” ujarnya.

Dijelaskan Andri, penataan akan membuat kawasan lebih indah dan tertata. Keberadaan area parkiran juga akan mengatasi persoalan parkir liar di sepanjang Jl Pluit Karang Indah Timur.

“Konsep penataannya menyeluruh dan mengembangkan pemberdaya ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Fasilitasi UMKM Aceh Bangkit Pascabencana

MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…

2 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

18 jam yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

18 jam yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

18 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

20 jam yang lalu

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

MONITOR, Pandeglang - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur Pandeglang mengapresiasi Program Beasiswa Madrasah…

2 hari yang lalu