PDIP Desak Anies Turun Tangan Atasi Polemik Perebutan Kursi Wagub DKI

1006
Diskusi menyoal "Menanti Akhir Kompromi Politik Gerindra-PKS di Jakarta"

MONITOR, Jakarta – PDI Perjuangan (PDIP) melalui fraksinya di DPRD DKI mendesak Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, agar segera bertindak untuk menengahi konflik antara PKS dan Gerindra terkait soal rebutan kursi Wakil Gubernur (Wagub). Pasalnya, PDIP beranggapan warga Jakarta sudah sangat mengharapkan adanya sosok Wagub Jakarta.

“Ini soal Wagub DKI kalau dilama-lamakan, PKS dan Gerindra sudah mengorbankan perasaan warga Jakarta,” ungkap Ketua Fraksi PDIP DPRD Jakarta Gembong Warsono dalam diskusi yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Kata Gembong, saat ini beban yang diemban oleh Anies sangatlah berat, diantaranya Anies harus mengelola anggaran APBD 2019 yang mencapai Rp 89 triliun.

“Dengan anggaran APBD sebesar itu saya kira peran Wagub itu memang sangat dibutuhkan. Nah Gerindra dan PKS harus melihat ini,” terangnya.

Tak hanya itu, sambung Gembong, masyarakat Jakarta pun menanti janji-janji Anies untuk merealisasikan semua janjinya saat kampanyenya pilkada.

“Nah, untuk merealisasikan janji-janji Anies saat pilkada itu tidak bisa dilakukan Anies sendiri. Sebab masyarakat memilih Anies untuk memimpin Jakarta tidak sendiri melainkan ada wakil disampingnya,” tukasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama pengamat politik Adi Prayitno, mengatakan, konflik yang ditunjukan oleh PKS dan Gerindra dalam rebutan kursi PKD ini seolah-oleh memperlihatkan ke masyarakat Jakarta kalau kedua partai politik (parpol) ini baru kenal.

“Padahal PKS dan Gerindra ini kan partai koalisi yang sudah sukses bersama-sama menghantarkan Pak Anies jadi Gubernur Jakarta. Tapi kenapa di proses pemilihan Wagub DKI ini mereka seolah-olah baru kenal,” tanyanya.

Bahkan Adi pun berpendapat, kalau konflik PKS dan Gerindra ini berlarut-larut maka keduanya akan dirugikan.

“Justru PDIP dan koalisinya nanti yang akan diuntung dari konflik Gerindra dan PKS,” pungkasnya.