Rahmat Mirzani Djausal: Persatuan dan Musyawarah Kunci Penegakan HAM

Rahmat Mirzani Djausal

MONITOR, Bandar Lampung – Peristiwa penembakan di Nduga, Papua yang menewaskan 31 pekerja pembuatan jalan Trans Papua membuat membuat Indonesia berduka. Penembakan yang terjadi menjelang peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian pelaku penembakan adalah Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata Bersenjata (KKSB). Hingga Selasa, 11 Desember 2018 pihak berwenang masih melakukan evakuasi para korban. Komisi Nasional (Komnas) HAM meminta pihak berwenang untuk mengusut tuntas pembunuhan sadis tersebut.

Menanggapi peristiwa penembakan di Papua, Rahmat Mirzani Djausal Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandar Lampung berharap pihak berwenang dapat segera mengusut tuntas agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

“Indonesia kembali berduka, peristiwa ini menjadi pengingat untuk menyelesaikan masalah dengan cara-cara musyawarah, bukan dengan senjata, sebagai anak muda peringatan hari HAM harus kita jadikan ajang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persatuan dalam menegakan HAM,” ujar Rahmat Mirzani Djausal pada wartawan di Bandar Lampung, Selasa (11/12/2018).

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Lampung ini menambahkan HAM akan tegak ketika semua elemen bangsa saling berkejasama dalam menuntaskan persoalan dengan ruang-ruang dialog dan anak muda punya peran besar dalam menghadirkan iklim tersebut.

“Penembakan di Nduga harus menjadi yang terakhir, maka tanggungjawab kita bersama untuk menciptakan suasana damai dalam berbangsa dan bernegara sembari mendorong proses penyidikan hingga tuntas,” tutupnya.