Dituding Luhut Jarang Kampanye, Ini Pembelaan Ma’ruf Amin

1026
Calon Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin (dok: Tempo)

MONITOR, Jakarta – Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan selama dua bulan masa kampanye. Temuan ini berdasarkan hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI).

Bahkan di wilayah Banten yang notabene merupakan kampung cawapres Ma’ruf Amin, elektabilitas Jokowi justru kalah 9 persen. Hal tersebut mendulang kritik dari Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut pun berharap, Ma’ruf Amin ikut turun kampanye guna menaikkan elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu.

“Kalau Pak Ma’ruf Amin belum banyak turun, kita harap ya (turun kampanye),” kata Luhut beberapa waktu lalu saat memberikan pembekalan pada Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Bravo 5 di Hotel kawasan Jakarta Pusat, Sabtu malam (8/12).

Luhut menilai, Ketua MUI non-aktif itu belum banyak menyapa pemilih ke daerah-daerah, terutama di Banten. “Ya belum turun (kampanye Ma’ruf Amin), saya pikir nanti begitu turun saya kira banyak pengaruhnya,” ujarnya.

Menanggapi tudingan Luhut, Ma’ruf pun membantah bahwa dirinya belum terjun ke lapangan untuk kampanye menyapa warga. Tokoh Nahdlatul Ulama itu mengatakan, dirinya sering bertemu masyarakat utamanya basis ulama dan santri namun enggan menggunakan istilah ‘kampanye’.

“Karena objek-objek pertemuan saya ini dengan ulama, ulama itu dalam tradisinya nggak suka dengan ini (kampanye). Mereka gak begitu suka dengan istilah kampanye. Tapi suka dengan istilah silaturrahmi,” ujar Ma’ruf Amin membela diri.