Pengusaha Tionghoa Sumbang Ratusan Juta untuk Prabowo, Sinyal Dukungan Jokowi Beralih?

1020
Pengusaha Tionghoa dukung Prabowo

MONITOR, Jakarta – Tempat itu meluber penuh sesak, bahkan sampai ke luar ruangan. Dilihat dari penampilannya, mereka rata-rata adalah kelas menengah dan pengusaha mapan. Bukan hanya orang tua, tapi juga anak-anak muda yang hadir nampak antusias mendengar paparan visi misi bila terpilih menjadi presiden.

Malam itu mereka tidak hanya mendengar, dan melihat, tapi sekaligus bisa berkomunikasi. Uniknya, sosok itu juga mengajak para pengusaha tersebut nonton bareng, saat dia pidato pada Reuni 212 di Monas. Hasilnya ketika acara selesai, dukungan, doa dan sumbangan mengalir. Seorang pengusaha bernama Kasidi atau biasa dipanggil dengan nama Ahok menjadi penyumbang terbesar, Rp 250 juta.

Ya, malam itu calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri acara gala dinner dan ramah tamah bersama para pengusaha Tionghoa di Super Ballroom Suncity, Gedung Lindeteves, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Jumat malam, 7 Desember 2018. Acara tersebut dihadiri ratusan pengusaha Tionghoa yang berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya Jakarta, tapi juga dari Medan, Padang dan Kalimantan Timur.

Usai acara makan malam, Prabowo sempat memaparkan visi misinya bertajuk “Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo”. Di penghujung acara, sejumlah pengusaha memberikan donasi atau sumbangan untuk Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Total sumbangan mencapai Rp 460 juta yang diberikan oleh 16 pengusaha Tionghoa.

“Terima kasih sekali Bapak Ibu, saya mewakili panitia, mewakili Bapak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengucapkan terima kasih banyak atas support dan dukungan dari Bapak Ibu para pebisnis Tionghoa yang hadir dan sudah memberikan support kepada tim pemenangan Prabowo-Sandi,” ujar pembawa acara saat membacakan daftar nama pengusaha yang memberikan sumbangan.

Jumlah sumbangan paling besar yang diterima Prabowo malam itu mencapai Rp 250 juta dari seorang pengusaha bernama Kasidi atau Ahok. Adapun 16 pengusaha Tionghoa yang memberikan sumbangan adalah:

1. Megah Cen Pan Putri – Rp 10 juta
2. Haslim Hasyen – Rp 10 juta
3. Yulius Lioe – Rp 30 juta
4. Tan James – Rp 10 juta
5. Darwin Ng – Rp 20 juta
6. Herijanto – Rp 5 juta
7. Effendy Kiatan – Rp 5 juta
8. Hendrik – Rp 10 juta
9. Kasman – Rp 20 juta
10. Andi Wilson – Rp 20 juta
11. Sudiman – Rp 20 juta
12. Kevin TC – Rp 10 juta
13. Desriyanto Sumardi – Rp 10 juta
14. Ahok/Kasidi – Rp 250 juta
15. David Lim – Rp 25 juta
16. Djohan Ika – Rp 5 juta

Selain donasi berupa uang, Prabowo juga menerima cenderamata berupa patung emas berbentuk naga. Panitia acara membuka kesempatan bagi para pengusaha lainnya untuk memberikan sumbangan hingga Selasa 11 Desember 2018.

“Untuk Bapak Ibu yang mungkin masih belum memberikan sumbangsihnya hari ini, tidak apa-apa kita masih membuka kesempatan yang ingin memberikan donasinya hingga hari Selasa nanti,” ucap pembawa acara.

Acara makan malam dan ramah tamah tersebut digagas oleh sejumlah pengusaha Tionghoa yang telah menyatakan mendukung Prabowo pada Pilpres 2019. Tujuannya agar warga dari komunitas Tionghoa, khususnya dari kalangan pengusaha, lebih mengenal visi misi yang diusung Prabowo.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Media dan Informasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Hashim Djojohadikusumo, anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo, politisi Partai Gerindra Ahmad Dhani. Hadir pula Politisi Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, anggota BPN Maher Algadri dan Fuad Bawazier serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono.

Peristiwa yang dikemas dalam gala dinner di kawasan Pecinan Jakarta itu sangat menarik dan memiliki tafsir khusus. Komunitas Tionghoa di Indonesia dikenal cenderung tidak mau terbuka soal aspirasi politiknya. Sebab, Prabowo selama ini digambarkan sebagai sosok anti Cina dan lebih dekat dengan kelompok Islam radikal.

Dia banyak dikait-kaitkan dengan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Pasca kerusuhan itu banyak warga Tionghoa yang mengungsi dan hijrah ke luar negeri. Munculnya aksi penggalangan dana ini menunjukkan adanya arus angin perubahan politik menjelang Pilpres 2019.

Sebagai pengusaha, etnis Cina sangat sensitif dengan perubahan arah angin kekuasaan. Indra penciuman dan sense of politic nya sangat tajam. Informasi mereka tentang sirkulasi elit kekuasaan baik di tingkat lokal, maupun nasional sangat akurat. Sebagai pengusaha, sangat wajar mereka harus berada dekat dalam orbit kekuasaan.