Klaim Stabilitas Negara Aman, Bamsoet: Masyarakat Tak Perlu Cemas

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (dok: instagram Bamsoet)

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai unsur TNI dan Polri sejauh ini telah mampu mengendalikan stabilitas keamanan negeri dengan baik. Menurut Bamsoet, demikian sapaan akrabnya, TNI, Polri, dan semua unsur penegak hukum mengelola aspek keamanan dan ketertiban umum dengan sangat baik.

“Masyarakat tidak perlu cemas menyikapi gerakan-gerakan yang provokatif maupun pernyataan-pernyataan yang cenderung menakut-nakuti,” kata Bamsoet, Senin (3/12).

Sementara aktivitas pemerintahan dan parlemen juga tetap mampu bekerja fokus pada tugas-tugas kenegaraan maupun kegiatan pembangunan. Ini jadi bukti bahwa Indonesia sangat stabil dan kondusif. “Tidak ada kepanikan atau kemarahan dari pemerintah, kendati penghinaan dan upaya pembunuhan karakter yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo nyaris tak berkesudahan,” pandang Bamsoet.

Widget Situasi Terkini COVID-19

Legislator Partai Golkar itu menambahkan, TNI, Polri, pemerintah, begitu juga DPR RI sudah memastikan bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 akan berlangsung aman dan damai. Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tetap menjadi agenda demokrasi yang membahagiakan, sekaligus menjadi ruang bagi semua komponen masyarakat melaksanakan kedaulatannya.

“Ada upaya untuk mengeskalasi tensi politik dengan sejumlah gerakan, pernyataan provokatif hingga penghinaan kepada Presiden RI. Namun, masyarakat hendaknya tidak terpancing atau cemas, karena segala sesuatunya bisa dikelola sebagaimana mestinya oleh aparat keamanan dan penegak hukum,” imbuh legislator dapil Jateng VII itu.

Untuk menyejukkan suasana, sebagai Ketua DPR RI, Bamsoet mendorong semua kekuatan politik mampu menahan diri. Berkampanye bisa sambil menyuarakan kritik kepada pemerintah. Namun, jangan sampai kebebasan mengemukakan pendapat itu disalahgunakan dengan melancarkan penghinaan kepada bangsa dan negara, menghina lambang negara, atau memprovokasi publik.