Wakil Ketua Umum MUI Minta Reuni 212 Bebas dari Politik

1005
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi (dok: Rmol)

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau Zainut Tauhid Sa’adi, meminta aksi reuni 212 bebas dari kegiatan politik dan kampanye. Dirinya pun mengimbau, kegiatan tersebut diisi dengan doa dan berzikir demi keselamatan bangsa.

“Sebaiknya kegiatan tersebut murni gerakan moral yang diisi dengan kegiatan berdoa dan berzikir untuk keselamatan bangsa dan negara. Umat dan bangsa merindukan kedamaian dan kesejukan dalam memasuki bulan politik sekarang ini,” ujar Zainut, Minggu 2 Desember 2018.

Secara pribadi, Zainut khawatir jika reuni 212 mulai bergeser pada kepentingan politik praktis. Jika benar demikian, maka reuni 212 disebutnya kontraproduktif.

“Saya khawatir kalau tujuan suci 212 itu sudah mulai bergeser untuk kepentingan politik praktis dan hanya untuk memenuhi hasrat ambisi kekuasaan pasangan calon tertentu. Kalau hal itu terjadi maka tema utama dari reuni 212 untuk persatuan dan kesatuan umat Islam itu kontraproduktif karena justru akan membuat umat semakin terpecah belah,” paparnya.

Sebelumnya, Ketum PA 212 Slamet Ma’arif sekaligus panitia acara reuni 212 memastikan acara reuni itu bukan kampanye dan kegiatan politik. Kegiatan ini nantinya akan dihadiri sejumlah tokoh.

“Kalau untuk bawa anak-anak, kan kita juga nggak bisa memastikan, nggak bisa melarang ibu bawa anaknya atau ibunya pengen dateng kemudian di rumah nggak ada orang. Tetapi ini bukan demonstrasi ini bukan kampanye, ini silaturahim, ini ngaji jadi nggak ada larangan,” ujar Slamet di d’Consulate Resto, Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu 1 Desember 2018.