HanaRa Well-Being buktikan Pangan Lokal beri dampak langsung tingkatkan Stamina Tubuh

1178
acara Manfaat Pangan Lokal untuk Stamina Tubuh yang digelar Direkorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) di Bandung

MONITOR, Bandung – Penggagas sekaligus pendiri sebuah klub kesehatan HanaRa Well-Being Center, dr. Hanson Barki mengatakan jika pangan lokal memiliki khasiat khusus meningkatkan stamina tubuh. Hal tersebut dibuktikannya kala dirinya memberikan motivasi kesehatan tubuh pada acara Manfaat Pangan Lokal untuk Stamina Tubuh yang digelar Direkorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) di Bandung, Jumat (30/11).

Pada kesempatan tersebut, ratusan peserta yang terdiri dari pegawai Kementan, insan media, dan pelaku usaha bidang hortikultura didorong membangkitkan semangat dan stamina tubuh dengan membangkitkan body intelegence melalui terapi meridian memanfaatkan khasiat pangan lokal salah satunya kopi.

“Jadi pangan lokal kita dengan laboratorium tertentu seperti yang dalakukan HanaRa mampu menunjukkan dampak langsung pada stamina tubuh. Inilah kelebihan dan keunggulan pangan lokal kita yang tak dimiliki oleh negara manapun,” katanya.

Hansen menambahkan jika kelebihan yang dimiliki pangan lokal tidak terlepas dari harmoni masyarakat Indonesia. “Dengan keramahan, keikhlasan, dan persaudaraan ditengah segala perbedaan yang ada membawa dampak pada tanah Indonesia yang subur dan mampu menghasilkan pangan berkualitas,” tegasnya.

Diakui Hansen, selama ini ia aktif melakukan pameran-pameran termasuk melakukan praktek terapi meningkatkan stamina tubuh melalui pangan lokal seperti yang pernah dilakukannya di kawasan wisata Candi Borobudur.

Praktek yang dilakukan Dr. Hanson saat acara berlangsung

“Para turis asing sebelum naik kita melakukan terapi lima menit saja dengan meminum satu sendok kopi langsung top up naik candi Borobudur itu sepuluh lantai tingginya naik turun tidak akan lelah dan capek bahkan tambah seger,” jelasnya.

“Begitupun di Bali, kami ke danau Batur, Gunung Batur, Pure Lempuyangan. Di sana ada banyak turis- turis kita kenalkan kedahsyatan pangan lokal. Kalau naik tangga di Pure Lempuyangan itu sekitar 1800 tangga. Kalau naik ke atas capek dan letih. Dengan kopi dan pangan lokal ini terapi badan jadi enteng di ke atas. Itu salah satu manfaanya,” terang dr. Hanson.

Sebagai informasi, saat motivasi kesehatan sekaligus terapi stamina tubuh, dr. Hanson peserta diminta berjalan dan menaiki tangga berkali-kali tanpa merasakan lelah. Awalnya semua peserta ditest stamina tubuhnya yang secara umum tidak kuat.

HanaRa Well-Being Center

Namun dengan beberapa gerakan dasar dan relaksasi serta sentuhan pangan lokal dalam hal ini menghirup aroma kopi lokal khusus dari HanaRa, para peserta langsung bersemangat bergerak jalan mengelilingi auditorium gedung tempat berlangsungnya acara hingga menaiki tangga beberapa kali.

Para peserta mengaku seperti ada dorongan dan energi baru bangkitkan stamina tubuh sehingga tidak terasa sudah bergerak berjalan begitu lama. “Luar biasa, seperti ada dorongan. Badan terasa ringan dan tidak terasa lelah. Nafas-pun tidak ngos-ngosan,” kata salah satu peserta.

Sementara itu, Dirjen Hortiktura yang hadir pada kegiatan ini mengatakan komoditas pangan seperti beras, kopi, kedelei, kentang, cabai, tomat, beras yang bukan impor sudah terbukti secara kesehatan.

“Beras, kopi, kedelei, kentang, cabai, tomat, beras dan ubi lokal kita sudah temukan rumusnya melalui uji lab bisa meningkatkan stamina tubuh,” kata Suwandi.

Atas dasar tersebut, Suwandi mengaku pihaknya kini tengah berupaya agar pangan terapi yang dilakukan dr. Hanson melalui KanaRa Well-Being dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat luas termasuk dunia internasional sehingga mendorong nerasa ekspor perdagangan di sektor hortikultura.