Seret Nama Soeharto, Gerindra Ingatkan Ketum PDIP Pernah ‘Melamar’ Prabowo

1031
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

MONITOR, Jakarta – Ketua DPP Partai Gerindra Moh. Nizar Zahro menyayangkan pernyataan yang dilontarkan Wakil Sekertaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, terhadap mantan Presiden RI ke-2 Soeharto yang juga mantan mertua calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Ia menilai apa yang dilontarkan Basarah sangatlah tidak etis dan mendidik kepada publik. “Pertama, perkara Pak Harto perlu diketahui sudah diselesaikan secara hukum, terakhir ada penyitaan aset, keluarga terima kok. Dan pernyataan Basarah norak, sangat politis atau justru karena sudah merasa panik lalu dibawalah isu Pak Harto pada Bapak Prabowo,” kata Nizar dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (29/11).

Sebelumnya, Basarah yang juga Tim sukses Jokowi- Ma’ruf menyebut jika mantan mertua Prabowo sebagai guru korupsi di Indonesia. Nizar mengingatkan, bahwa Prabowo Subianto pernah ‘dipinang’ oleh ketua umum partai berkepala banteng tersebut, yang juga tempat bernaung Basarah saat ini.

“Apa Basarah tidak sadar bahwa Bapak Prabowo juga pernah dipinang ketua partainya untuk mendampinginya pada Pilpres 2004 lalu? Lalu, karena sekarang menjadi kompetitornya segala jurus ia lakukan. Sekali lagi ini tidak mendidik,” ujarnya.

“Pernyataan Basarah jelas hanya demi kepentingan Pilpres untuk memperburuk citra Capres kami Bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga. Karena posisi Basarah petinggi partai pengusung Capres rival kami bukan hanya simpatisan, jadi sangat tidak pantas membangun opini seperti itu,” tambah dia.

Tidak sampai disitu, ketua umum PP Satria itu, juga mengingatkan data hari ini yang banyak terlibat dalam kasus korupsi dan banyak tertangkap tangan oleh KPK dibandingkan dari partai Gerindra.

“Dalam kasus OTT saja perlu diketahui banyak dari kader partai Basarah. Apa perlu saya beri label Basarah sebagai ‘Senior Koruptor’ demi membangun stigma untuk kepentingan Pilpres? Tidak dan jangan, karena sekali lagi ini tidak mendidik,” pungkas anggota DPR RI dari Bangkalan itu.