Kurs Dolar AS Makin Lemah Tak Berdaya

1002
Mata uang Dolar AS

MONITOR, New York – Kurs dolar AS semakin melemah di akhir masa perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) terhadap mata uang utama lainnya. Turunnya suku bunga ini dipicu adanya pernyataan Ketua Federal Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell.

Dalam pidatonya di New York, Powell menyebut yang suku bunga bank sentral “masih sedikit di bawah” netral atau dibawah standar historis. Walhasil, sebagian investor menduga pidato Powell mengindikasikan The Fed akan memperlambat laju pengetatan kebijakannya.

“Suku bunga masih rendah berdasarkan standar historis, dan tetap sedikit di bawah kisaran luas perkiraan tingkat yang akan menjadi netral untuk ekonomi, yaitu tidak mempercepat atau memperlambat pertumbuhan,” kata Powell.

Berita Xinhua menyebutkan, dalam sambutannya itu, Powell menegaskan bahwa laju bertahap menaikkan suku bunga The Fed dimaksudkan untuk menyeimbangkan risiko-risiko yang akan terjadi.

“The Fed menganggap sama seriusnya risiko kenaikan terlalu cepat dan pelambatan ekspansi ekonomi, serta di sisi lain kenaikan terlalu lambat dan mendorong inflasi lebih tinggi atau ketidakstabilan keuangan,” ujarnya.

Pernyataan Powell pada Oktober pun menunjukkan bahwa suku bunga sebelumnya sangat jauh dari kata netral. Sehingga itu menyebabkan ekspektasi pasar pada kenaikan suku bunga keempat yang akan berlangsung pada Desember tahun ini, menyusul kenaikan sebelumnya pada September.