Ini Janji Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah yang Baru

1030
Sunanto, Ketua Umum PP Muhammadiyah terpilih untuk periode 2018-2022

MONITOR, Bantul – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah kini telah memiliki ketua umum yang baru. Adalah Sunanto alias Cak Nanto yang akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2018-2022. Sunanto menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak yang masa kepemimpinannya berakhir tahun ini.

Kepastian kemenangan Sunanto, didapatkan setelah dilaksanakan pemungutan suara di Muktamar XVII sejak Rabu 28 November 2018. Hingga akhirnya dalam perhitungan suara, Sunanto yang terakhir menjabat sebagai Ketua Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini berhasil bertengger di daftar calon dengan suara terbanyak.

Dalam pemilihan yang dilakukan dengan mekanisme voting manual di hari akhir Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke XVII di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Rabu 28 November 2018 itu, Sunanto berhasil menyingkirkan dua lawan kuatnya yakni Ahmad Fanani dan Ahmad Labib.

Kemenangan Sunanto diumumkan sekitar pukul 23.47 WIB. Dia memperoleh 590 suara, mengungguli Ahmad Fanani dengan 266 suara, Ahmad Labib 292 suara, Andi Fajar Asti 0 suara, Faisal 2 suara, dan Muhammad Sukron 2 suara.

“Terimakasih untuk dukungannya, ini kemenangan bersama dan saya berharap semua tetap bersatu dalam tubuh Pemuda Muhammadiyah karena perjuangan masih panjang,” ujar Sunanto kepada pendukungnya di pelataran lokasi muktamar di UMY.

Sunanto menuturkan, ia tak akan meninggalkan para rivalnya yang bertarung dalam perebutan kursi ketua umum. “Saya masih butuh semua untuk memperjuangkan nilai-nilai Muhammadiyah, saya tak akan meninggalkan semua kawan yang ada di muktamar ini karena semua sama di bawah Muhammadyah,” ujar Sunanto.

Sunanto berjanji menjaga organisasinya ikut terlibat dalam politik praktis. “Organisasi Pemuda Muhammadiyah tak akan pernah saya seret ke dalam politik praktis,” katanya.

Meski menjaga Pemuda Muhammadiyah bebas politik praktis, namun pengganti Dahnil Anzar Simanjuntak itu mengatakan akan mendorong kader-kader potensial organisasinya untuk terjun ke dunia politik.

Sunanto mengaku selama ini juga tak terlibat dalam politik praktis. Namun ia berkiprah di organisasi Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat atau disingkat JPPR selama 10 tahun. Di organisasi itu Sunanto menjabat sebagai Koordinator Nasional (Kornas).

“Saya orang independen, saya tak mungkin mengorbankan proses panjang saya dengan membawa Pemuda Muhammadiyah berafiliasi politik,” ujarnya.

Dirinya berjanji bakal menjunjung tinggi prinsip demokrasi yang akan menjadi sikapnya selama memimpin. “Saya tetap akan sering pendekatan ke kader, menempatkan kader sesuai kompetensi dan keinginan mereka agar bisa berkembang dan berkontribusi maksimal,” kata dia. “Saya rangkul semuanya entah mereka mau atau tidak.” ujarnya.

Sunanto berjanji akan berupaya keras selama masa kepemimpinanya untuk membawa Pemuda Muhammadiyah menjadi organisasi yang makin kuat, besar serta lebih banyak berkiprah di berbagai bidang.

“Pemuda Muhammadiyah di tangan Bang Dahnil Anzar sudah berhasil memiliki nama besar, sehingga saya perlu melanjutkan perjuangan itu agar organisasi ini lebih maju lagi,” kata Sunanto yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu.