Ridwan Kamil Soroti Politik Medsos yang Memakan Korban

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (dok: net)

MONITOR, Bandung – Terenggutnya nyawa seorang warga Sampang, Madura, Jawa Timur, karena perbedaan pilihan politik menggelitik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk angkat bicara. Kang Emil, demikian sapaan akrabnya, menyayangkan insiden ini terjadi.

Emil menegaskan, pesta demokrasi Pilpres ini harus diwarnai dengan hal yang positif. Menurutnya, daripada membuat provokasi di media sosial, alangkah baiknya untuk bicara yang baik-baik saja atau memilih diam.

“Bicaralah yang baik atau diam. Postinglah yang positif atau tahan,” ujar Ridwan Kamil, menyikapi insiden tewasnya warga Sampang, Madura, Rabu (28/11).

Sungguh sangat disayangkan. Suami Atalia Praratya Kamil ini mencontohkan dampak terburuk dari provokasi di media sosial terkait Pilpres 2019 akan memecah belah persaudaraan, bahkan parahnya akan memicu pertengkaran hingga upaya penghilangan nyawa baik sengaja ataupun tidak.

“Inilah akibatnya jika kita tidak bisa menahan diri untuk menulis status yang provokatif di medsos, apalagi terkait politik atau pilpres. Yang berujung pada respon yang provokatif juga dan bermuara pada pertengkaran fisik yang berujung pada hilangnya nyawa,” tegas Emil.

Sebagaimana diketahui, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sampang, Madura, Jawa Timur, bernama Subaidi (40) tewas ditembak Idris (30). Penembakan yang terjadi pada Rabu, 21 November 2018 lalu disebabkan cekcok saat akun Idris berkomentar di laman Facebook seseorang yang mem-posting ‘Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini’. Akun milik Idris memberikan komentar ‘Saya pingin merasakan tajamnya pedang tersebut’.

Keesokan harinya, Idris didatangi oleh seseorang yang tidak terima atas komentarnya. Kepada orang yang mendatangi itu, Idris mengatakan akun Facebook miliknya sudah tidak bisa dia kendalikan karena ponselnya sudah dijual.

Sehari kemudian, Idris keluar rumah dan sempat berpapasan dengan Subaidi. Idris dan Subaidi terlibat tabrakan motor kemudian berkelahi. Merujuk pada keterangan polisi, Subaidi sempat mengeluarkan pisau dalam perkelahian itu. Sedangkan Idris mengeluarkan pistol dan menembak dada kiri Subaidi hingga akhirnya tewas.