Logam mulia dan mata uang dolar AS
MONITOR, New York – Permintaan logam mulia belakangan menurun seiring menguatnya kurs dolar AS. Hal ini menyebabkan harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).
Reuters menyebutkan, kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya karena sterlings melemah. Ini terjadi usai Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan Brexit Inggris mungkin merusak perdagangan antara kedua negara.
Ditambah pernyataan dari Wakil Ketua Federal Reserve, Richard Clarida, kepada para bankir di New York pada Selasa (27/11) bahwa bank sentral akan terus mendukung kenaikan suku bunga. Maka, dolar AS semakin melesat naik.
Biasanya, emas bergerak berlawanan arah dengan dolar AS. Artinya, jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang harga dalam dolar AS menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Emas berjangka memperpanjang penurunan untuk hari perdagangan keempat berturut, karena logam mulia terus berada di bawah tekanan oleh dolar AS yang lebih kuat serta kenaikan indeks-indeks acuan saham AS.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 12,1 sen AS atau 0,85 persen, menjadi menetap di 14,084 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari 2019 jatuh 12,5 dolar AS atau 1,47 persen, menjadi ditutup pada 835,3 dolar AS per ounce.
Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat kondisi lalu lintas mencatat lalu lintas yang…
MONITOR, Cirebon – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) pada periode…
MONITOR, Jakarta - Maxim Indonesia mengumumkan telah melampaui kehadiran di 400 kota di Indonesia, menegaskan…
MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) membagikan bingkisan apresiasi kepada sejumlah pengguna jalan…
MONITOR, Lebak – Sel darah putih atau leukosit tidak hanya berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh, tetapi…
Adriansyah (Ketua Ikatan Keluarga Alumni FISIP UIN Jakarta) Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat…