Anies Bakal Ratakan Bangunan di Bantaran Kali

1004
Gubernur DKI Anies Baswedan saat bangunan warga di pemukiman pesona, kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur

MONITOR, Jakarta – Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan bakal menertiban dan meratakan sejumlah bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran kali. Ia beralasan, selain bangunan tersebut tidak mengantongi izin, lokasinya juga sangat membahayakan warga yang tinggal disana.

Menurut Anies, peristiwa longsornya bangunan warga di pemukiman pesona, kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Senin (26/11) lalu, menjadi bukti kalau keberadaan bangunan di bantaran kali tersebut sangat membahayakan.

“Pokoknya peristiwa yang terjadi di Pemukiman Pesona tak boleh terjadi lagi. Oleh karenanya saya minta semua lurah mengecek semua bangunan yang berada di tepi kali itu sebelum nantinya ditertibkan,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, selasa (27/11).

Anies menjelaskan, lokasi tanah di bantaran tebing seperti perumahan pesona itu seharusnya tidak dibangun lantaran peruntukannya sebagai lahan hijau. Dirinya memastikan, seluruh bangunan di bantaran itu tidak memiliki IMB dan tidak memperhitungkan kekuatan struktur pondasi bangunan yang dimana terdapat saluran air besar tidak beroutlet menggerus lapisan tanah dan berakibat longsor.

Warga yang bertempat tinggal di sekitar bantaran itu pun, kata Anies, sangat tahu persis resiko apabila tetap tinggal dikawasan tersebut. Dirinya berharap, para warga bersedia pindah.

“Bangunan-bangunan harus dibongkar kalau tidak malah beresiko. Jadi bagi yang tinggal di situ punya pilihan tu pilihannya adalah longsor atau cari tempat lain yang lebih aman,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, Anies tentunya tidak langsung menertibkan bangunan-bangunan warga. Dia meminta kepada Dinas Bina Marga agar pengamanan warga di daerah rawan longsor segera diperbaiki.

Selain itu, Anies menghimbau kepada warga lain yang tinggal di kawasan rawan longsor memperhatikan struktur bangunannya dan apabila saluran air ada rongga dan ditenggarai beresiko longsor, segera melaporkan kepada lurah setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerag (BPBD) DKI Jakarta, Jupan Royten menyebut bahwa sedikitnya ada 22 kelurahan di Jakarta timur dan Selatan yang rawan longsor. Khususnya di kali Ciliwung dan Pesanggarahan.

Sejauh ini, lanjut Jupan, pihaknya terus berkordinasi kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait seperti Dinas Bina Marga dan sumber Daya Air untuk segera melakukan antisipasi.

“Warga yang berada dibantaran kali sebaiknya waspada pada musim hujan saat ini. Segera laporkan apabila ada potensi longsor kekelurahan setempat atau call center kami 112,” ungkapnya.

Dilain pihak, informasi yang didapat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Jupan, hujan akan terjadi hingga Maret 2019. Adapun puncaknya akan terjadi pada Januari-Februari 2019.

“Kami menyarankan agar segera dilakukan normalisasi pada sungai-sungai dan saluran yang rawan jebol dan longsor serta mengembalikan fungsi saluran. Memperhatikan update peringatan dini yang disebarkan oleh Pusdalops,” pungkasnya.