Lima Fakta Hercules Rajanya Preman di Jakarta

Bos preman paling mengerikan di Jakarta, Hercules Rosario Marshal

MONITOR – Nama Hercules, pemimpin kawakan kelompok preman di Jakarta tengah melambung usai ditangkap jajaran Polres Metro Jakarta Barat. Penangkapan ini bukan kali pertama bagi Hercules, melainkan kesekian kalinya masuk keluar sel tahanan.

Kali ini, Hercules ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus penguasaan lahan milik PT Nila Alam di Jalan Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta Barat. Ia ditangkap di kediamannya di Kompleks Kebon Jeruk Indah, Blok E 12 A, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (21/11) lalu.

Hercules bukanlah nama sebenarnya. Ia terlahir dengan nama Rosario Marshal. Sementara julukan Hercules muncul setelah ia bertemu dengan Kolonel (Purnawirawan) Gatot Purwanto, sekiranya tahun 1975 di Dili, Timor Timur, saat Gatot menjadi anggota pasukan khusus yang pertama terjun untuk mengintegrasikan Timor Timur ke wilayah Indonesia.

Berikut ini kami sajikan lima fakta yang mengulas tentang sosok Hercules, preman paling menakutkan di Jakarta:

1. Dekat dengan pasukan TNI

Saat terjadi ketegangan di Timor timur, Hercules memiliki andil cukup penting. Sosoknya yang cukup karismatik membuatnya dipercaya oleh tim Kopassus untuk mengendalikan logistik dalam operasi di Timtim.

2. Mengalami cacat fisik

Dalam operasi di Timtim kala itu, nasib nahas menimpa Hercules. Ia terkena serangan hingga berakibat pada kondisi fisiknya. Mata kanannya cacat, begitupun tangan kanannya hingga siku hilang. Musibah yang dialaminya ini membuatnya harus dirawat intensif di RSPAD Jakarta hingga pulih.

3. Hijrah ke Jakarta

Saat pulih, ia memulai petualangannya ke ibukota ibukota sekitar tahun 1987. Awalnya Hercules berkecimpung di Hankam Seroja yang menampung dan memberdayakan penyandang cacat seperti dirinya, yang mendapat luka cacat dalam Operasi Seroja di Timor-timur.

Setelah mendapatkan ketrampilan cukup matang, ia mulai memasuki kawasan Tanah Abang. Jejak itu diikuti teman-teman Hercules dari Timor Timur, seperti Alfredo Monteiro Pires, Logo Vallenberg, Germano, Luis, Jimmy, dan Anis.

Di Tanah Abang, kelompok Hercules mengelola perjudian, pelacuran, dan pedagang kaki lima. Di kawasan itulah, ia dan kawan-kawannya mulai membangun basis kekuatan dan menguasainya. Dari kelompok kecil hingga jumlah anak buahnya bertambah menjadi 17.000 orang tersebar di wilayah Jakarta.

4. Menjadi preman paling disegani

Hampir tiap malam, kawasan yang dikuasainya menjadi tempat pertumpahan darah. Konon, setiap malam pertarungan demi pertarungan harus dia hadapi. Ketika dia mandi bahkan tidur di kolong jembatan, ia harus membawa pedang di tubuhnya. Sejak saat itu, tiap kali nama Hercules disebut, semua orang merinding dan takut menghadapi sosoknya.

5. Aktif dalam kegiatan politik

Sejak pindah ke Jakarta, Hercules semakin dekat dengan sosok Prabowo Subianto yang merupakan anggota baret merah. Bahkan Hercules kini mulai terlibat aktif dengan kegiatan politik melalui GRIB. Apalagi GRIB merupakan organisasi underbow Gerindra. Beberapa kalangan menduga, kedekatan Prabowo dan Hercules terjalin saat bertugas di Timor-timur.