Kemah Kebangsaan Kriminalisasi Dahnil Jelang Muktamar?

1008
Kemenpora menginisasi apel dan kemah kebangsaan bersama Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor

MONITOR – Mengakhiri masa baktinya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak diterpa kabar tak sedap. Dahnil yang selama ini dikenal keras anti korupsi, kini terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian atas kasus dugaan penyimpangan dana kemah dan apel pemuda Islam tahun 2017 lalu.

Kemah tersebut merupakan inisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan menggandeng Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor. Terkait kasus ini, polisi telah berkoordinasi dengan pihak Kemenpora untuk mengumpulkan barang bukti kasus tersebut berupa daftar isian pelaksanaan anggaran dan proposal pengajuan kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia. Polisi juga telah meminta klarifikasi kepada sejumlah pihak Kemenpora.

Pihak kepolisian juga memanggil tiga pihak dalam kasus tersebut, pada Senin (19/11) lalu, antara lain Ahmad Fanani selaku ketua kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah, Abdul Latif dari Kemenpora, dan Safarudin selaku ketua kegiatan dari GP Ansor.

Presiden Jokowi juga menghadiri agenda apel dan kemah kebangsaan pemuda Islam tahun 2017

Dahnil pun merasa heran saat dirinya mendapat panggilan dari pihak kepolisian. Namun ia tetap memenuhi panggilan itu ke Unit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, pada Jumat, 23 November 2018 sekitqr pukul 10.23 WIB. Ia datang dikawal sejumlah orang yang mengenakan seragam Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).

“Yang jelas ini kegiatan yang diinisiasi oleh Kemenpora yang melibatkan Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor. Tapi anehnya cuma kami yang diperiksa dan dicari-cari,” kata Dahnil.

Sejak awal Dahnil yang merupakan Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, mencium hal menjanggal. Ia merasa pemanggilannya atas kasus tersebut merupakan konsekuensi akibat sikapnya yang selama ini kritis terhadap pemerintah.

“Yang jelas saya sejak awal paham betul konsekuensi dari sikap saya mengkritisi pemerintah kemudian bersikap terhadap pemerintah. Jadi saya termasuk terhadap pihak aparatur keamanan. Jadi kemudian sekarang nggak tau dicari-cari apa, nanti kita lihat masyarakat yang akan menilai,” papar Dahnil.

Sementara itu, kasus yang menimpa Dahnil pun ditanggapi cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Sandi, demikian sapaannya, berharap hukum di Indonesia berkeadilan.

“Kita semua mendoakan berjalan sesuai prinsip dan koridor hukum yang ada,” kata Sandiaga saat berkunjung ke Pasar Besar Kota Malang, Jumat (23/11).

Terkait kasus tersebut, Sandi pun memastikan, pihaknya juga akan menghormati dan mengikuti proses hukum yang kini dihadapi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah tersebut.

“Kita selalu mengikuti proses hukum, dan semua warga negara begitu. Menjunjung tinggi proses hukum dan kita harapkan semua berlaku adil,” imbuh Sandi.