Amien Rais Bakal ‘Jewer’ Ketum PP Muhammadiyah jadi Sorotan Publik

1007
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais

MONITOR, Jakarta – Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, baru-baru ini ia mengaku akan ‘menjewer’ Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir jika tidak menentukan sikap di pilpres 2019.

Pernyataan kontroversial itu diungkapkan Amien saat menyampaikan orasi Milad Muhammadiyah ke-106 di Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11) kemarin. Publik pun heboh menyoroti statemen Amien Rais. Ada yang mendukung sikap tegasnya, tapi banyak juga warga Muhammadiyah yang menentangnya.

Bagi Amien Rais, PP Muhammadiyah tidak boleh abai dalam persoalan ini, atau tidak memberikan fatwa dan arahan yang jelas kepada seluruh warga Muhammadiyah dalam mengambil sikap di pilpres 2019 nanti.

“Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nashir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di Pilpres. Kalau sampai seperti itu akan saya jewer,” ujar Amien bersemangat di hadapan para warga Muhammadiyah.

Amien yang berjuluk Bapak Reformasi ini mengatakan, apabila pimpinan menyerahkan keputusan dan sikap kepada masing-masing kader Muhammadiyah tentang hak suaranya di Pilpres, maka hal itu keliru. Ia pun mendesak agar PP Muhammadiyah memberikan arahan yang jelas kepada warga dan kader Muhammadiyah.

“Sekali lagi, kalau sampai itu dilakukan maka akan saya jewer. Pemilihan Presiden ini menentukan satu kursi dan jangan sampai bilang terserah,” kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut.

Ia juga mendesak PP Muhammadiyah mengambil sikap secara organisasi untuk selanjutnya bisa disampaikan kepada warga dan kader Muhammadiyah untuk menentukan sikap sehingga pada 17 April 2019 agar tidak ada perdebatan lagi.

Lain halnya dengan pileg, Amien Rais paham jika kader Muhammadiyah membebaskan kadernya untuk memilih di tahun 2019. Sebab banyak kader yang tersebar di berbagai partai.

“Kalau Pileg saya masih bisa paham, sebab kader Muhammadiyah itu ada di PAN, PKS, PPP, bahkan Golkar dan lain-lain,” ujar Amien Rais.